Malam Pergantian Tahun di Senggigi Harus dengan Prokes Ketat

Kadispar Lobar mengadakan Rakor dengan pelaku usaha terkait perayaan tahun baru, Jumat, 18 Desember 2020.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai aktivitas dibatasi, termasuk momen tahunan perayaan tahun baru. Bagi pelaku usaha yang mengadakan kegiatan tahun baru diwajibkan untuk melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar), H. Saepul Akhkam menjelaskan, Pemkab Lobar sendiri tidak menggelar acara resmi untuk pergantian tahun. Namun ia menegaskan, bagi siapapun yang merayakan harus ketat menerapkan prokes. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama pihak kepolisian, TNI, sejumlah perangkat daerah pemkab Lobardan para pengelola hotel dan restoran di kawasan Senggigi, Jumat, 18 Desember 2020.

“Bagi siapapun yang merayakan, terutama untuk usaha jasa pariwisata dan salah satunya itu adalah hotel dan tempat hiburan, harus melakukan pengetatan terhadap penerapan protokol kesehatan. Kita akan melakukan supervisi terutama untuk kawasan Senggigi, karena Senggigi ini adalah ikon pariwisatanya NTB,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, penyelenggara kegiatan baik di hotel maupun tempat hiburan diminta untuk mengurangi kapasitas ruangan sebanyak 50 % dari kapasitas maksimal. Sedangkan untuk outdoor dibatasi hanya untuk 100 orang saja, tergantung luasan area. Penyelenggara juga tidak diperbolehkan mengadakan event di area yang mudah diakses masyarakat umum.

Jajaran Dinas Pariwisata Lobar bersama pihak kepolisian dan anggota Satpol PP juga akan melakukan supervisi sejak tanggal 31 Desember hingga tanggal 1 Januari 2021. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam upaya pencegahan covid-19 selama perayaan pergantian tahun baru 2021. Selain langkah antisipasi tersebut, hingga saat ini pihaknya pun terus melakukan edukasi terkait penerapan prokes. “Kita tidak ingin larut dalam upaya menangani pencegahan covid ini tapi dengan mematikan ekonomi. Tapi kita tidak ingin membuka keran ekonomi dengan mengabaikan aspek covid itu. Jadi inilah jalan tengahnya,” ujar Akhkam.

Pihak kepolisian juga mengambil langkah menutup jalur menuju Senggigi guna membatasi pengunjung ke kawasan Senggigi untuk mencegah potensi terjadinya kerumunan. Penutupan akan dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita. “Kami bakal mem-back up maksimal pemda dengan catatan bahwasanya kegiatan itu tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. Yang paling kami tekankan adalah untuk menghindari kerumunan dan tidak menggunakan kembang api,” tegas Kasat Intel Polres Lobar, Iptu I Nyoman Agus Sugiarta.

“Terkait penutupan jam 23.00 malam, melihat situasinya jika harus ditutup ya akan ditutup. Saya mohon kita dukung kebijakam bupati dan pak Kadis supaya kita sama-sama enak. Jangan sampai terjadi hal-hal di luar harapan. Akan ada gabungan petugas dari polisi, Pol PP, dan Dispar melakukan pemantauan,” lanjutnya.

Sementara itu GM Aruna Senggigi Resort and Convention, Weni Kristanti mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan kegiatan dengan prokes yang cukup ketat. Pihaknya juga menyambut baik kebijakan yang diambil pemerintah untuk pergantian tahun baru di Lobar.

“Untuk di Aruna sendiri dengan informasi bahwa tidak boleh menggunakan area di publik untuk acara penyambutan tahun baru sendiri, kita melakukan kegiatan di area Garden, sehingga di situpun kita membatasi hanya untuk tamu yang menginap saat ini. Yang pasti kita sangat mendukung sehingga kita sebagai pelaku pariwisata juga mengetahui batasan mana saja yang diperbolehkan atau diizinkan untuk kita lakukan. Kegiatan tersebut untuk memastikan bahwa kitapun mendukung penerapan protokol kesehatan selama acara itu berlangsung,” kata Weni. (her)