Maksimalkan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Zona Oranye

I Nyoman Suwandiasa. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Kota Mataram menargetkan tracing dan testing kasus Covid-19 dapat dimaksimalkan di lingkungan-lingkungan zona oranye. Upaya tersebut dibutuhkan untuk semakin menekan jumlah kasus positif harian serta jumlah lingkungan zona hijau di Kota Mataram.

“Kasus mingguan kita sampai hari ini cukup menggembirakan, terus terjadi penurunan. Karena itu sampai sekarang belum ada juga penambahan kita untuk zona merah,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Senin, 6 September 2021.

Iklan

Berdasarkan catatan pihaknya sampai dengan 4 September 2021 sebanyak 69.54 persen atau 226 lingkungan telah masuk zona hijau dengan nol kasus. Kemudian 25.85 persen atau 84 lingkungan masuk zona kuning dengan jumlah konfirmasi positif 1-2 kasus.

Untuk zona oranye tercatat 4.62 persen atau 15 lingkungan dengan jumlah konfirmasi positif 3-5 kasus. Rinciannya, dua lingkungan ditangani Puskesmas Cakranegara, enam lingkungan ditangani Puskesmas Karang Pule, dua lingkungan ditangani Puskesmas Pagesangan, satu lingkungan ditangani Puskesmas Pejeruk, dan empat lingkungan ditangani Puskesmas Tanjung Karang.

“Di zona oranye ini kasus kita masih fluktuatif. Karena itu sesuai tahapan penanganan Covid-19 berbasis lingkungan, berapapun jumlah masyarakat (yang terkonfirmasi positif) kita akan lakukan testing dan tracing,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram tersebut.

Di sisi lain, Kota Mataram sampai dengan saat ini masih memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga. Zonasi tersebut berdasarkan evaluasi terakhir yang dilakukan Satgas Covid-19 Nasional pada 3 September lalu.

“Karena kasus kita dikatakan masih fluktuatif, dan beberapa parameter juga kita masih cukup tinggi seperti tingkat penularan dan tingkat fatalitas kasus kita masih cukup tinggi. Karena itu kita belum bisa masuk daerah PPKM level dua,” jelas Nyoman.

Untuk itu, seluruh aturan pembatasan juga masih diberlakukan. Antara lain penerapan jam malam untuk operasional usaha serta pembatasan pengunjung untuk tempat makan dan pusat perbelanjaan. Aturan tersebut diharapkan tetap menjadi perhatian bersama, terutama agar jumlah kasus positif harian dapat berkurang dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional