Makmur Ahda Jadikan Politik Santun sebagai Pedoman

Pasangan Makmur-Ahda dalam sebuah agenda kampanye di Pilkada Kota Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Calon Wakil Walikota H. Badruttamam Ahda, LC mengatakan bahwa dirinya bersama Calon Walikota Ir. H. Lalu Makmur Said membawa ikhtiar politik mereka dalam tajuk politik santun. Hal ini disampaikannya ketika berinteraksi dengan relawan Mataram Muda di Posko Pemenangan Pasangan Muda di Jalan Langko, pada Kamis, 26 November 2020.

Bagi Ahda, Kota Mataram adalah kota yang damai dengan keberagaman sosial dan budayanya. “Kota Mataram yang kita cinta ini telah merawat perdamaian sejak dulu, buktinya keberagaman sosial dan budaya bukan jadi hambatan,” kata Ahda.

Ahda menegaskan, masyarakat tidak boleh terpecah belah hanya karena kepentingan politik sesaat.

“Jangan hanya karena kepentingan politik sesaat kita terpecah belah. Keberagaman sosial dan budaya yang sudah terbangun malah terganggu. Dalam Pilkada ini, saya yakin semua Paslon membawa niat baik untuk Kota Mataram, insyaallah,” jelas sosok muda yang akrab dipanggil Ustadz Kairo tersebut.

Senada dengan yang disampaikan Ahda, Getaq Aprianidha selaku Ketua Relawan Mataram Muda juga mengatakan bahwa Kota Mataram semestinya tetap dalam payung perdamaian. Rian menambahkan, politik adalah kepentingan masyarakat bersama untuk mencapai kebijakan.

“Kota Mataram harus tetap berada di bawah payung perdamaian. Politik ini kan kepentingan kita bersama untuk mencapai kebijakan. Kita tidak sedang dalam medan perang lho, untuk apa bermusuhan? Ini zamannya kolaborasi,” kata Rian menjelaskan dengan santai.

Rian juga menceritakan bagaimana pengalamannya selama mendukung pasangan Makmur-Ahda dalam Pilkada tahun ini, tentang bagaimana Rian dan teman-temannya pernah mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari oknum yang tak dikenal.

“Pernah suatu ketika kami bertemu dengan kelompok pemuda di sebuah wilayah, acara berlangsung dengan damai dan tenang, sambutan masyarakat juga baik. Tiba-tiba ada dua orang pengendara motor mendekati kami, lalu melempar rombongan dengan telur yang dibungkus kantung plastik berwarna kuning,” kenang Rian sambil tertawa.

Ustadz Ahda yang tersenyum mendengar cerita tersebut mengingatkan betapa pentingnya cara berpikir wasatiyyah. Menurut Ahda, kalau masyarakat khususnya anak muda dapat berpikir dengan penuh keseimbangan (moderat) dan tidak dangkal dalam bersikap, kondisi demokrasi kita bisa lebih damai dan asik.

“Itulah mengapa wasatiyyah itu penting, khususnya bagi anak muda. Kita harus bisa berpikir dengan seimbang atau moderat, dan jangan dangkal dalam bersikap. Politik itu harus damai dan asik,” pungkas Calon Wakil Walikota nomor urut tiga tersebut. (tim)