Makam Maulana Syaikh Dikembangkan Jadi Lokasi Wisata Religi

Tim Pengembang Wisata Religi Makam Pahlawan Nasional Hamzanwadi, Jumat, 22 Januari 2021 silaturahmi ke Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Keberadaan Makam Pahlawan Nasional, TGKH. M. Zainuddin Abdul Masjid selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Kunjungan tersebut rutin dilakukan masyarakat ke makam pendiri organisasi NWDI, NBDI, dan NW. Atas kondisi ini, pihak yayasan berencana untuk menjadikan Makam Maulana Syaikh sebagai wisata religi.

Sebagai tindak lanjut atas rencana tersebut, Tim Pengembang Wisata Religi Makam Pahlawan Nasional Hamzanwadi, Jumat, 22 Januari 2021 bersilaturahmi ke Bupati Lombok Timur Lotim, Drs. H. M. Sukiman Azmy. Mereka menyampaikan rencana Launching Program Wisata Religi Makam Pahlawan Nasional pada hari Kamis, 28 Januari 2021 pukul 10.00 Wita.

Iklan

Peluncuran ini merupakan rangkaian kegiatan tim setelah bekerja sejak akhir tahun 2019. Sosialisasi program telah disampaikan ke berbagai segmen seperti Forum Kepala Sekolah dan Madrasah di Lingkup YPH PPD NW Pancor, perangkat Kelurahan Pancor, Kepala Lingkungan, OPD terkait di Kabupaten Lotim, Masyaikh Mahad, dan masih akan terus dilakukan ke segmen-segmen lainnya.

Selain itu, untuk mendukung kesuksesan program, melalui prodi pariwisata telah dilaksanakan pelatihan guide/interpreter untuk petugas di area makam. Melalui pusat studi pariwisata akan dilakukan kegiatan webinar tentang wisata religi dan penyiapan buku saku untuk para penziarah.

“Mohon doanya semoga ikhtiar ini bisa berjalan dengan baik. Karena merupakan kerja jangka panjang,” terang Humas YPH-PPD NW Pancor, Dr. M. Halqi,M.Pd, kepada Suara NTB.

Di samping itu, pihak yayasan juga tengah berikhtiar mewujudkan museum mini di Kompleks Makam Pahlawan Nasional, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terus dilakukan. Tim Museum Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor menggandeng Museum Negeri NTB.

Poin pentingnya dalam konteks kepariwisataan, selain menjadi destinasi pariwisata, juga sebagai aset daerah yang bisa mendatang wisatawan untuk wisata religi, sehingga museum mini tersebut sangat diharapkan secepatnya terwujud.

Untuk mewujudkan museum mini itu, pihak Museum NTB telah menyatakan kesiapannya untuk membantu memberikan space bagi Pahlawan Nasional. Apabila museum mini ini terwujud, maka generasi muda saat ini tidak akan kesulitan untuk melacak bagaimana perjuangan pahlawan nasional sekaligus guru yang berjuang di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.

Dikatakannya, generasi sekarang ini banyak yang tidak tahu perjuangan pahlawan, khususnya pahlawan atau pejuang yang mengorbankan jiwa raga untuk merebut kemerdekaan bangsa, khususnya para pejuang bangsa Sasak. Oleh karena itu, keberadaan museum mini di Pancor ini sangat penting.

Ia juga menegaskan, banyak pejuang yang ada di Lombok namun hampir tidak pernah diketahui banyak orang, termasuk teman seperjuangan Pahlawan Nasional, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang berjuang saat merebut dan memperjuangkan kemerdekaan.

Salah satunya saudara beliau, TGH Muhammad Faisal Abdul Madjid bersama rekan seperjuangannya yang lain. Itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya Taman Makam Pahlawan yang ada di Selong yang saat itu meninggal, karena ditembak oleh pasukan penjajah.

Untuk itu, ia berharap kepada semua pihak untuk mendukung terwujudnya museum mini tersebut, baik dukungan moril maupun material. Pasalnya keberadaan museum mini ini selain menjadi referensi generasi muda masa depan, juga menjadi ikon sekaligus identitas Lotim yang membanggakan. (yon)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional