Makam Dibongkar, Rahim Korban Diperiksa Demi Ungkap Penyebab Kematian

Tim dokter forensik Unram dan Biddokkes Polda NTB membawa organ reproduksi LNS usai autopsi di TPU Karang Medain, Mataram, Senin, 3 Agustus 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Makam wanita alumni FH Unram LNS (23) dibongkar lagi, Senin (3/8). Tim dokter Unram bersama Biddokkes Polda NTB mengautopsi jenazah yang ditemukan meninggal tergantung itu. Organ reproduksi korban diambil untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Autopsi dilakukan langsung di samping makam LNS di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain, Mataram. Dokter forensik Fakultas Kedokteran Unram dr Irwanto memimpin autopsi yang dimulai pukul 09.30 Wita tersebut. Autopsi dilakukan tertutup. Dibatasi garis polisi dengan radius lebih dari lima meter.

Iklan

Autopsi berlangsung singkat, selesai sekitar pukul 11.30 Wita. Jenazah korban dikuburkan lagi. Sementara tim dokter membawa satu kotak khusus. “Oh itu uterus (rahim). Diambil karena ada dugaan hamil itu,” terang Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, dikonfirmasi usai autopsi.

Kondisi jenazah membuat tim dokter memerlukan waktu dan peralatan khusus sehingga organ reproduksi korban dibawa. Rahim korban diperiksa lagi untuk menguak apakah benar berisi janin. Atau tanda-tanda adanya upaya menggugurkan janin.

“Tim dokter tidak bisa menyimpulkan langsung dari tempat autopsi makanya dibawa,” jelasnya.

Penelusuran mengenai dugaan hamilnya korban berangkat dari pemeriksaan saksi. “Keterangannya Rio (kekasih korban) itu,” ucapnya. Tim penyidik tidak menemukan barang bukti alat uji kehamilan. Kecuali bekas bercak darah di lantai. “Barang bukti test pack tidak ada. Kalau USG ada. Itu yang tahun 2019,” imbuhnya.

Tim penyidik belum menemukan informasi signifikan dari hasil rekaman CCTV di beberapa titik yang berada dekat dengan TKP. Rekaman itu menerangkan adanya aktivitas orang lain selain korban pada Jumat pagi, 24 Juli 2020 sekitar pukul 11.00 Wita. Sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Kita sudah mendengar informasi seperti itu. Yang CCTV masih diteliti,” tandas Kadek Adi.

Terpisah, tim kuasa hukum Montani Para Liberi, Abdul Hadi Mukhlis menyambut baik proses autopsi korban LNS. Dia berharap penyidik kepolisian bisa memaksimalkan hasil autopsi tersebut nantinya. Sebab pihaknya masih meyakini LNS bukan meninggal karena bunuh diri.

“Menurut kami ada peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ada rentetan peristiwa. Entah kecelakaan, kebablasan, sehingga korban meninggal. Untuk menghilangkan jejak, korban kemudian digantung,” bebernya.

Hadi mengungkap analisanya berdasarkan hasil olah TKP yang sampai dua kali dilakukan. Dalam hal ditemukannya bercak darah, minyak urut, sampai sisa potongan tali yang disembunyikan di bawah kasur.

“Orang yang mau bunuh diri buat apa potong-potong tali. Disembunyikan lagi. Logikanya kan tidak masuk,” terangnya.

Tim kuasa hukum ini pun menemui beberapa teman korban. Diantaranya perihal korban yang sampai dua kali membeli test pack atau alat uji kehamilan untuk memastikan kondisi kehamilan. Hasilnya, dua-duanya positif.

“Hasilnya positif hamil. Cerita dari temannya itu, korban tidak mau menggugurkan kandungan itu,” ungkap Hadi.

Anggota lain tim kuasa hukum Fauzi Yoyok menyebutkan respons kepolisian dalam menanggapi permohonan otopsi diapresiasinya. “Penyebab kematian korban terungkap. Juga untuk mencari perbuatan pidana. Kalau memang benar ada pidana, berarti ada pelakunya,” kata Yoyok.

Dia menambahkan rangkaian kejanggalan kematian LNS yang pada Rabu, 22 Juli 2020 sedang bahagia-bahagianya karena diumumkan lulus untuk menempuh program pascasarjana Fakultas Hukum Unram. Yoyok mengambil contoh soal kondisi korban saat ditemukan.

“Tempat korban tergantung dengan tinggi lubang angin sangat timpang jaraknya,” jelasnya.

Korban LNS yang merupakan anggota organisasi pencinta alam Wapala FH Unram ini ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung pada Sabtu, 25 Juli 2020. korban meninggal di rumah kekasihnya di BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here