Maju Pilgub NTB 2018, Bupati/Walikota Tak Perlu Mengundurkan Diri

Mataram (suarantb.com) – Tiga nama Bupati/Walikota di NTB yang santer diberitakan akan maju pada Pilgub 2018 mendatang tak perlu mengundurkan diri dari jabatannya jika mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Tiga Kepala daerah itu antara lain Bupati Lombok Timur, Dr.  H. M. Ali Bin Dachlan, SH, Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT, SH dan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terbaru yang salah satu poinnya mengatur tentang bupati/walikota yang masih berada di dalam satu provinsi tidak perlu mengundurkan diri ketika menjadi Cagub/Cawagub. Mereka cukup mengajukan cuti selama pelaksanaan.

Iklan

Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, SP kepada suarantb.com, Rabu, 30 November 2016 menjelaskan bupati/walikota yang masih berada dalam satu provinsi cukup mengajukan cuti. Berbeda dengan peraturan sebelumnya yang mewajibkan bupati/walikota agar mengundurkan diri dari jabatannya ketika telah resmi ditetapkan sebagai calon.

“Setelah saya buka PKPU No. 9 tahun 2016 pasal 4 ayat 1 huruf O, angka 4 dihapus. Jadi tidak mundur bupati/walikota yang nyalon jadi Gubernur yang masih dalam satu provinsi,” ujar Aksar.

Sementara itu, untuk pemangku jabatan di luar bupati/walikota, lanjut Aksar aturannya tidak berubah, yakni wajib untuk mengundurkan diri ketika telah resmi ditetapkan. “Tapi yang lain tetap mundur. Seperti  DPR,TNI/Polri, PNS, Lurah/Kades mundur sejak ditetapkan sebagai calon dan penyelenggara mundur sebelum pembentukan PPK,” terangnya. (ast)

  Maju Pilgub, Willgo Komunikasi dengan Tiga Politisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here