Maju di Pilkada Loteng, Lale Prayatni Ajukan Pengunduran Diri

Hj. Lale Prayatni

Giri menang (Suara NTB) – Hj. Lale Prayatni resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatan Asisten II dan status Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup  Pemkab Lombok Barat. Pengajuan pengunduran diri dari ASN ini sebagai bentuk keseriusan istri Sekda NTB ini untuk maju di Pilkada Lombok Tengah. Sejauh ini, Lale menjadi perempuan satu-satunya yang berani tampil kontestasi di daerah bermotto Motto Tatas Tuhu Trasna ini.

Diwawancarai Suara NTB, Minggu, 12 Juli 2020 Lale menyatakan, dirinya sudah mendapatkan kartu tanda anggota (KTA) Partai Gerindra. Karena sebelumnya ia bertemu dengan pengurus DPP di Jakarta. Sehingga keseriusannya untuk maju di Pilkada Loteng, ia pun resmi mengajukan mundur dari ASN. “Bentuk keseriusan saya untuk itu (maju di Pilkada Loteng), saya kan harus mundur dari ASN. Dan alhamdulillah saya tanggal 6 Juli lalu sudah mengajukan pengunduran diri sebagai ASN, supaya tidak ada masalah ke depan bagi saya,” terang Lale.

Iklan

Pejabat perempuan yang bertugas belasan di Lobar ini mengaku keputusannya mundur sebagai ASN adalah salah satu bentuk keseriusannya maju di Pilkada. Ia sendiri mengaku memilki “gen politik”, sehingga hal ini yang membuatnya yakin  maju di samping memang ada dukungan dari suami, ibu dan keluarga serta berbagai pihak. “Sehingga saya berbalik haluan masuk ke dunia politik,” imbuhnya.

Masalah nantinya menang atau kalah, kata Lale itu sudah diatur oleh yang di atas. Termasuk sekarangpun lanjut dia, dalam proses sangat singkat yang sudah dilaluinya diyakini sebagai ketetapan dari Allah SWT. “Kan bagaimana pun Kita mau berusaha kalau yang di atas (Allah) belum mengatur, mungkin akan banyak hambatan,” aku dia. Mungkin orang lain memulai proses pencalonan sejak 2019, sementara itu mulai sejak awal Juni 2020 di saat orang sudah hiruk pikuk. Namun diyakini inilah jalan yang ditujukkan oleh yang kuasa untuknya. Dan dirinya akan menjalaninya.

  Bawaslu RI Atensi Sengketa Calon Perseorangan Pilkada Loteng

Lale bercerita, sebelum menjadi ASN dia menganggur selama lima tahun, setelah tamat kuliah. Sekarangpun kata dia, masa kerjanya sebagai ASN tinggal lima tahun dua bulan. Lima tahun juga dia akan pensiun sebagai pejabat di Lobar. Diyakininya, hal ini menjadi jalan yang sudah ditentukan dan sebagai rencana Allah baginya. Ia ikhlas melepas jabatan eselon II yang diembannya.

Bicara dukungan partai, pihaknya sudah mendapatkan KTA dari Partai Gerinda. Pihaknya juga menjalin komunikasi dengan PKS. Pihaknya juga terbuka untuk menjalin komunikasi dengan partai lain kalau ingin berkomunikasi. Sebab pendaftaran sendiri masih jauh, sekitar Bulan September. “Selama satu setengah bulan ini proses kita untuk komunikasi dengan partai,” jelas dia.

Pekan depan ini ia akan mulai memasang baliho di Loteng. Ia akan pasang baliho dengan foto sendiri dulu, sambil nanti dilihat respon masyarakat dan dilakukan survei. Terkait siapa calon pasangannya, ia mengaku sudah ada beberapa nama namun masih tahap penjajakan. Ia berharap ada petunjuk dari Parpol untuk calon wakilnya. “Kita masih sama-sama saling menjajaki,” tutup dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here