Majikan Muliati Bersedia Tanggung Biaya Pengobatan

Mataram (suarantb.com) – Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, Mucharom Ashadi menyatakan majikan TKW asal Lobar, Muliati bersedia menanggung biaya pengobatan selama berada di Riyadh Arab Saudi. Ini disampaikannya saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Rabu, 26 April 2017.

“Sekarang Muliati sudah ditangani oleh KBRI Riyadh, kemudian selama di Riyadh mendapatkan biaya dan perawatan dari majikannya. Bahkan majikannya juga bersedia memulangkan Muliati setelah kesehatannya pulih,” ungkapnya.

Iklan

Saat ini pemulihan kondisi Muliati yang telah menjalani operasi menjadi atensi utama. Serta mengusahakan agar hak-hak Muliati selama bekerja berupa gaji segera dibayarkan. Sebelumnya, Mucharom menyampaikan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang dipegang Muliati diduga palsu. Oleh karena alasan tersebut dan kasus yang menimpanya, BP3TKI segera memanggil PT Putra Timur Mandiri yang diduga memberangkatkan Muliati.

“PT ini akan kita kejar, karena PT-nya di Jakarta kita koordinasi dengan BP3TKI Jakarta kemarin untuk memanggil PT ini dan minta klarifikasinya. Untuk yang di sini kita panggil kantor cabangnya. Kemarin saya sudah bersurat tapi nampaknya belum datang kemarin,” katanya.

Terkait dugaan pemerkosaan yang dialami Muliati oleh anak majikan, Mucharom mengatakan tengah diselidiki KBRI Riyadh. Muliati dan pihak majikan dipanggil secara terpisah untuk dimintai keterangan. Setelah ada kepastian, KBRI akan bersurat langsung ke BP3TKI dan pemerintah daerah.

“Jika dugaan itu benar, maka pihak KBRI akan menegakkan hukum di sana untuk Muliati. Tentu ada tuntutan hukum terhadap si majikan atas kelakuan itu. Tapi kita belum sampai ke sana, saya belum berani mengatakan itu sebelum ada informasi pasti dari KBRI,” imbuhnya. Perawatan Muliati saat ini diakui BP3TKI dilakukan secara rawat jalan dan terus dimonitor oleh pihak KBRI Riyadh. (ros)