Main Petasan, Kapolres Mataram Siapkan Hotel Prodeo 

Mataram (suarantb.com) – Bulan Ramadhan 1438 H sudah memasuki hari ke 3. Bulan yang istimewa untuk beribadah bagi ummat islam itu sering diganggu dengan adanya bunyi-bunyi petasan dan kembang api. Bahkan untuk membrantas petasan dan menciptakan suasana Kamtibmas, Kapolres Mataram sudah mengeluarkan maklumat menjelang bulan ramadan lalu.

Kapolres Mataram, Muhammad S.I.K menegaskan bagi siapa saja yang membakar petasan, mercon dan kembang api yang bisa menimbulkan bunyi-bunyian akan dikenakan tindak pidana undang-undang darurat. Ancaman hukumannya tidak tanggung-tanggung, 12 tahun penjara.

Iklan

“Kita sudah berkomitmen Polres dan Polsek sudah menyiapkan hotel prodeo bagi siapa saja yang membakar, ketahuan menyalakan membunyikan petasan apalagi ditempat umum yang mengganggu keamanan ketertiban,” Kata Muhammad kepada suarantb.com Senin, 29 Mei 2017.

Kapolres mengatakan bagi penjual petasan yang masih saja nakal akan ditindak tegas. “Jangankan yang menggunakan, menjual apalagi,” ujarnya.

Sementara itu, khusus kembang api memang sudah terdapat perizinan dari pusat. Namun pihaknya akan mempertimbangkan penggunaan kembang api yang tidak sesuai tempat dan waktunya untuk ditindak tegas.Apalagi saat sedang tarawih dan ibadah lainnya dihimbau untuk tidak membunyikan kembang api yang ada letusannya.

“Akan kita tindak karena dia mengganggu ketertiban, bukan berarti kita tangkap karena membawa kembang api, bukan,” ujarnya.

Muhammad menyarankan bagi yang ingin menyalakan kembang api agar menyalakannya di kuburan. “Kalau mau dia bunyikan kembang api silakan di kuburan, supaya bangun itu. Jangan yang sudah hidup dibangunkan, yang sudah mati bangunkan,” selorohnya.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan patroli keliling dan pengamanan melalui bhabinkantibmas. Namun belum mendapatkan adanya pelanggaran terkait penjualan dan pembunyian petasan. Jika ditemukan pihaknya berkomitmen untuk melakukan tindakan tegas. (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here