Mahasiswi Berprestasi, Jadi Model dan Perawat

Johanika Pertiwi. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Aktif di organisasi tidak membuat seseorang terhalang untuk bisa berprestasi. Tapi justeru sebaliknya, aktif berorganisasi bisa jadi media belajar yang dapat meningkatkan potensi diri. Setidaknya hal itulah yang dibuktikan Johanika Pertiwi, salah satu mahasiswi STIKES Mataram.

Di kalangan civitas kampus, Johanika Pertiwi merupakan mahasiswi populer. Betapa tidak, banyak prestasi yang telah diraih calon perawat ini dalam bidang modeling. Tentu saja, jurusan Johanika Pertiwi tidak berkaitan sama sekali dengan aktiVitas modeling yang dilakoninya.

Kepada Suara NTB, Johanika bertutur awal ketertarikannya pada dunia modeling saat dia aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Phoster. UKM Phoster ialah salah satu UKM yang ada di STIKES Mataram dalam bidang fotografi dan videografi.

Diceritakan Johanika, bahwa sebelumnya tidak pernah terbersit dalam benaknya akan hidup dan tumbuh dalam dunia modeling. Hal itu terjadi pada saat salah satu foto hasil karya UKM Phoster diposting di akun media sosial Instagram.  “Awal ketertarikan jadi model saat masuk UKM Phoster. Ada yang tertarik melihat foto saya ketika dimasukkan di Instagram sejak tahun 2015 atau semester 3,” ujarnya.

Salah satu yang tertarik melihat gaya foto Johanika ialah label musik lokal Sasak.  Melihat kemampuan dan potensi luar biasa dari Johanika, sejak saat itu kehidupan gadis  kelahiran 2 Desember 1994 di Desa Prabe Kecamatan Lingsar Lombok Barat ini berubah drastis.

“Aktivitas kuliah tidak terganggu. Pada saat jam kuliah tidak mau kerja. Pas syuting videoklip pada hari Minggu saja,” tutur gadis yang mengaku masih jomblo ini. Hingga kini, Johanika Pertiwi sudah membintangi 17 videoklip Sasak Lombok. Tentu saja tidak sekadar menyalurkan bakat, namun dari membintangi videoklip itulah dia bisa mendapatkan uang tambahan. “Ada 17 model videoklip Sasak yang telah dibintangi,” jelasnya.

Tidak sampai di situ, prestasinya di dunia modeling juga diraihnya pada saat dia mengikuti program G to G. Program ini merupakan kerjasama kampus STIKES Mataram dengan lima negara Asean. Saat itu, Johanika terpilih jadi salah satu peserta dengan penempatan di Hongkong. Di sana dia bekerja sebagai perawat selama setahun.

Beruntung bagi Johanika, dia sempat mencicipi panasnya catwalk di Hongkong. Dia terlibat dalam sejumlah ajang lomba model. Bahkan di luar dugaan, dia bisa meraih prestasi di ajang internasional tersebut.  “Selama bekerja selama setahun di Hongkong mengikuti berbagai lomba,” ujar gadis yang kini duduk di semester 11 karena cuti pasca mengikuti program G to G di Hongkong itu.

Dia mengaku apa yang dipelajarinya di UKM Phoster sangat mempengaruhi hidupnya kini. Bahkan dia kini sudah sangat mantap menatap dunia modeling dengan penuh optimisme. “Berpengaruh betul karena dengan UKM ini bisa mengembangkan bakat ini lewat UKM. Harapannya bisa jadi perawat dan modeling,” ujarnya.

Mengomentari mahasiswinya yang berprestasi, Endy Bebasari, dosen STIKES Mataram menyebut pihak kampus senantiasa mendukung segala bakat dan potensi yang dimiliki para mahasiswanya. Apa yang diraih Johanika kini, patut diapresiasi.

Selain itu Endy juga berpendapat jika organisasi seperti UKM di kampus bisa membuat banyak pembelajaran positif bagi para mahasiswa. Oleh sebab itu, dia senantiasa memberikan kebebasan dan ruang berekspresi bagi setiap mahasiswa.  (dys)