Mahasiswa UTS Garap Potensi Desa, Ciptakan Pengering Ikan Otomatis

Pemilik UKM, calon pengguna alat pengeringan ikan otomatis. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Melalui program KKN tematik dan program Merdeka (Membangun Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mengirimkan para mahasiswanya ke seluruh desa di secara bertahap. Untuk menggarap potensi desa sasaran. Seperti  Desa Tolo’oi, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa  yang masuk dalam wilayah garapan UTS.

Desa Tolo’oi berada di ujung timur wilayah perbatasan dengan kabupaten Dompu. Hal ini menyebabkan desa ini belum pernah tersentuh oleh kegiatan dari kampus-kampus yang ada di pulau Sumbawa. Baik seperti program KKN ataupun bentuk lainnya. Padahal, perannya universitas adalah memberikan pendampingan dalam aspek transfer ilmu dan teknologi ke masyarakat desa. Sebanyak 15 orang mahasiswa UTS mendapatkan lokasi di desa yang berjarak kurang lebih 148 KM dari Kota Sumbawa Besar ini.

Iklan

KKN yang mereka usung mengangkat tema “Psikologi dan Pendidikan Anak”. Dengan melihat kondisi desa yang belum pernah tersentuh oleh program dari universitas, maka para mahasiswa menyasar untuk fokus ke hak dasar anak terlebih dahulu, yakni pendidikan. Pelaksanaan KKN yang  telah dimulai sejak  awal bulan Oktober lalu, memberikan cukup banyak perubahan baik dari sisi antusiasme warga. Aktifnya kegiatan pengajaran dan adanya konseling psikologi bagi masyarakat.

Wakil Rektor III UTS, Khotibul Umam M. Sc, yang telah berkunjung sekaligus monitoring program KKN di Tolo’oi, bangga dengan semangat mahasiswa yang mau menyapa dan berbagi keilmuannya di masyarakat yang jauh sekali dari kampus. Perjalanan yang panjang dan akses komunikasi yang agak sulit ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk berbagi dan menjalankan programnya. Ketua kelompok KKN Desa Tolo’oi, Nabil jug menyatakan kedepannya akan mengembangkan potensi jambu mete dan pakan ternak. Setelah settle untuk bidang pendidikannya.

Kembangkan Alat Pengerikan Ikan

Selain itu, inovasi tiada henti terus dilakukan mahasiswa UTS. Program Studi Teknik Elektro juga tak mau ketinggalan. Bekerja sama dengan KSU Syariah BMT Insan Samawa, melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembuatan “Alat Pengering Ikan Bage Otomatis”. Alat pengering ikan ini bekerja berdasarkan suhu, kelembaban, dan waktu pengeringan secara otomatis. Adapun kapasitasnya sekitar 30 – 40 kg dengan konsumsi daya 70W selama 4 jam.

Ketua KSU Syariah BMT Insan Samawa, H. Rai Saputra bersama dengan Kepala UPT Perikanan, H. Fabian Ardianta, S, Pi. membawa Ibu Juweriah selaku pemilik UKM calon pengguna alat pengering ikan bage, datang berkunjung ke laboratorium Teknik Elektro UTS. Untuk melihat langsung alat tersebut sekaligus ingin melakukan uji coba kualitas pengeringan.

Sebelum diletakkan dalam mesin pengering, ikan yang akan digunakan terlebih dahulu diberi larutan garam dan asam. Kemudian ikan dibagi dalam dua bagian. Satu bagian diberi penambahan kitosan, yaitu zat yg dapat meningkatkan kualitas protein ikan yang dikeringkan. Dengan tujuan agar ikan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Sehingga dapat dijadikan produk unggulan masyarakat Sumbawa yang dapat dijual tidak hanya secara lokal dan nasional, tapi juga dapat diekspor ke berbagai negara.

”Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama lagi, alat pengering ikan bagek otomatis akan diserahkan ke UKM Rosek yang berada di Dusun Ai’ Bari untuk dapat digunakan. Harapannya, dengan adanya alat ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menjadikan Sumbawa semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia,”sebut salah satu dosen Elektro UTS, Titi Andriani. (arn)