Mahasiswa Unram Ungkap Dugaan Instruksi Pengumpulan KTP Demi Pencalonan Sunarpi

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) melalui LPM Unram, diduga telah menginstruksikan mahasiswa Unram yang tengah KKN untuk mengumpulkan KTP di tengah-tengah masyarakat. Pengumpulan KTP ini diduga dilakukan untuk memuluskan pencalonan Rektor Unram, Prof. Ir. H. Sunarpi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2018 mendatang.

Andi, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unram mengaku pihak LPM Unram memerintahkan para peserta KKN untuk mengumpulkan KTP masyarakat di lokasi KKN mereka. KTP tersebut diduga dikumpulkan untuk keperluan pencalonan Sunarpi.

Iklan

“Info tentang LPM Unram menyuruh para anggota KKN untuk mengumpulkan KTP di masyarakat itu benar,’’ ujarnya.

Senada dengan Andi, Yuliana juga menuturkan jika salah seorang temannya yang tengah KKN diperintahkan mengumpulkan KTP. Jika tidak, mahasiswa diancam nilai KKN tidak akan dikeluarkan LPM.

Kepala Bidang Humas Unram, Abdul Faruk, membantah keras tudingan itu dan menilainya sebagai fitnah terhadap Rektor Unram.

“Tidak ada instruksi pengumpulan KTP,’’  tegasnya, Senin, 14 November 2016.

Faruk menjelaskan, atas tuduhan itu kini pihaknya sedang menelusuri oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan merugikan nama baik Rektor.

Nah itu yang sedang kita cari dan telusuri. Ya mungkin itu isu-isu karena Pak Rektor tidak punya partai. Tapi yang jelas isu itu tidak benar,” terangnya.

Indikasi pengumpulan KTP ini terkuak menyusul kabar bahwa Sunarpi akan tampil di ajang Pilgub NTB 2018 mendatang. Kemungkinan untuk tampil di Pilgub NTB 2018 itu sudah diamini sendiri oleh Sunarpi, beberapa waktu lalu.

“Kalau memang itu adalah kehendak yang sangat kuat dari masyarakat dan juga merupakan sebuah panggilan Allah, maka saya bismillah,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 31 Oktober 2016.

  Ombudsman Layangkan Panggilan Terkait Kasus Buku Madrasah

Sunarpi mengaku siap melepas jabatannya sebagai Rektor Unram dan sekaligus status guru besar yang tengah disandangnya. Menurutnya, hal tersebut akan dilepaskan bukan dalam konteks untuk mengejar jabatan semata, melainkan niat untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara.

“Jangankan harta saya, jabatan saya, jiwa pun harus saya korbankan. Saya bismillah kalau memang itu panggilan jihad,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui tak ingin untuk bergerak, mengingat tahapan Pilgub akan dimulai pada pertengahan 2017.  Ia terlebih dahulu akan melihat hasil survei sejauh mana masyarakat menginginkan maju memperebutkan kursi orang nomor satu di NTB.  Setelah itu baru ia akan mulai bergerak untuk membangun komunikasi dengan masyarakat maupun partai politik.

“Nanti  kita lihat apakah akan lewat jalur independen, atau lewat jalur parpol. Intinya kembali pada kehendak masyarakat NTB. Kalau masyarakat menginginkan saya, mau lewat jalur independen sekalipun saya rasa tidak terlalu sulit. Tapi dengan partai juga sedang kita bangun komunikasi,” ujarnya.

Sunarpi mengakui dalam satu tahun terakhir ini, ia cukup intens turun ke tengah-tengah masyarakat melalui program Unram mengabdi. Dari sanalah ia menangkap aspirasi dan harapan dari masyarakat NTB yang begitu besar menginginkan dirinya untuk menjadi NTB satu. (dys/ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here