Mahasiswa Unram Ajarkan Warga  Menanam dengan Sistem  Hidroponik

Mataram (suarantb.com) – Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) melakukan sosialisasi pemanfaatan lahan terbatas dengan metode hidroponik pada masyarakat di Dusun Pengonong, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat (Lobar), Jumat, 14 Oktober 2016.

Metode menanam dengan teknik hidroponik tersebut tujuannya untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas dengan cara menanamkan komoditi pertanian yang diminati oleh masyarakat. Mahasiswa menargetkan sosialisasi tersebut untuk masyarakat yang kekurangan lahan pribadi namun berprofesi sebagai petani.

Iklan

Penyelenggara kegiatan, Triprayana Paramartha mengatakan, tujuan sosialisasi untuk memanfaatkan lahan terbatas di dusun tersebut. Warga diajarkan cara menanam komoditas tanaman yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dengan metode hidroponik.

“Tujuan sosialisasi agar masyarakat yang memiliki lahan minimal atau terbatas, dapat mengoptimalkan lahan tersebut dengan menanam komuditi pertanian menggunakan sistem hidroponik,” ujar Triprayana saat ditemui suarantb.com.

Menutur Triprayana, penanaman dengan metode hidropinik adalah metode penanaman dengan menggunakan air sebagai media tanamnya. Sehingga tidak memerlukan lahan yang luas, karena dapat dikondisikan dengan lahan terbatas melalui rangkaian-rangkaian pipa yang di dalamnya dialiri dengan air.

“Tapi air yang digunakan harus air yang tidak tercampur dengan limbah atau kaporit. Biasanya digunakan dengan air sumur, air sungai, dan air hujan. Jika menggunakan air PDAM, harus didiamkan selama sepuluh hari agar unsur-unsur kimia pada air PDAM mengendap,” jelasnya.

Komoditi yang efektif ditanam dengan metode hidroponik, menurut Triprayana biasanya adalah selada, sawi, kangkung, bayam, dan komuditi pertanian lainnya. Komuditi tersebut yang kerapkali dijualkan di pasar sebagai kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun Pengonong, Desa Batu Kumbung, dikarenakan warga setempat relatifnya memiliki lahan terbatas. Dengan metode seperti itu, masyarakat yang mayoritas petani dapat dengan mudah menanam di depan rumahnya masing-masing. (szr)