Mahasiswa STIE AMM Mataram Mendapatkan Sosialisasi Hukum dari Kejati NTB

Ketua STIE AMM Mataram, H. Umar Said, saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi mengenai hukum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Hadir narasumber dari Kejati NTB, Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan (dua dari kanan) dan Jaksa Fungsional Kejati NTB, Dina Kurniawati (paling kanan). (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram mendapatkan sosialisasi mengenai hukum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Kegiatan bertajuk “Jelajah Hukum Bersama Generasi Milenial, Kenali Hukum Jauhkan Hukuman” itu dilaksanakan di Aula STIE AMM, Senin, 24 Februari 2020.

Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, SH., MM., dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti inilah yang diharapkan dilakukan oleh instansi pemerintah untuk membagi ilmunya kepada mahasiswa. Apalagi berkaitan dengan hukum, di mana STIE AMM merupakan sekolah tinggi ilmu ekonomi, pengenalan atau informasi mengenai hukum menjadi sangat penting bagi mahasiswa.

Iklan

“Terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi atas ilmu yang diberikan ke mahasiswa. Sangat berguna bagi mahasiswa ke depan. Bagi mahasiswa, walaupun studi di kampus sekolah tinggi ilmu ekonomi, tapi juga harus mengenal ilmu hukum untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Umar Said.

Kegiatan itu dimoderatori oleh Kabag Humas STIE AMM, Ahmad Bairizki, SE., MM. Narasumber dari Kejati NTB yaitu Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan, SH., MH., dan Jaksa Fungsional Kejati NTB, Dina Kurniawati, SH.

Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program pembinaan masyarakat taat hukum. Salah satu program itu adalah jaksa masuk kampus. Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan. Dalam pemaparan materinya, ia menjelaskan mengenai pengertian hukum, bentuk, jenis, dan substansi hukum. Ia juga menyampaikan mengenai klasifikasi hukum.

Menurutnya, tujuan hukum untuk menciptakan keadilan, kemanfaatan hukum, kepastian hukum. Di mana fungsinya adalah memperoleh ketertiban dalam hubungan antara manusia dan alat mengubah masyarakat. Dedi Irawan juga menjelaskan mengenai tugas dan wewenang kejaksaan berdasarkan pasal 30 UU No. 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI. Kejaksaan memiliki tugas dan wewenang pada bidang pidana, bidang perdata dan tata usaha negara, dan bidang keamanan dan ketertiban umum.

Dalam kesempatan itu, Dedi Irawan menyampaikan juga mengenai korupsi, berkaitan dengan definisi korupsi. Ia mengatakan, tindakan atau sikap mahasiswa antikorupsi adalah masuk kuliah tepat waktu, membayar SPP dengan tertib, pulang ke rumah tepat waktu, belajar dengan sebaik-baiknya, tidak menyontek saat ujian, dan mengerjakan sendiri tugas, laporan, atau skripsi.

“Dengan membiasakan sikap tersebut, sebagai langkah awal anda telah berperan serta dalam upaya pemberantasan korupsi. Memberantas korupsi tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum. Mahasiswa perlu belajar tentang korupsi, karena nanti akan menjadi pegawai,” katanya.

Narasumber lainnya, Jaksa Fungsional Kejati NTB, Dina Kurniawati menyampaikan materi tentang bahaya narkoba dan pencegahannya. Ia mengatakan narkotika dapat masuk dan menyebar ke seluruh Indonesia. Peredaran narkotika bukan hanya menyasar ke orang dewasa, tapi juga masuk ke anak-anak. Kondisi itu didukung dengan minimnya fasilitas pencegahan atau pun rehabilitasi.

Dina menyarankan bagi penyalahguna narkoba agar jangan sampai terlambat untuk rehabilitasi. Ia menyampaikan, biasanya seseorang akan mencoba dahulu, kemudian barulah kecanduan narkoba. “Permasalahan narkotika, dengan sistem penegakan hukum belum mampu memberikan efek jera. Bukannya jera ketika dihukum, ketemu lagi narkoba, kecanduan lagi. Jenis narkoba juga terus berkembang,” katanya.

Dina menjelaskan mengenai jenis narkoba dan proses terbentuknya ketergantungan narkoba. Ditampilkan mengenai ciri-ciri pelaku penyalahguna narkoba dan dampak yang diberikan bagi fisik dan kesehatan ketika menyalahgunakan narkoba. Sosialisasi itu dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama mahasiswa STIE AMM Mataram. (ron/*)