Mahasiswa KKN Tematik Unram Gelar Pelatihan Membuat “Ingke” dari Sampah Plastik

Mahasiswa KKN Tematik “Zero Waste” Universitas Mataram (Unram) tahun 2021 di Desa Mujur, Kabupaten Lombok Tengah saat memberikan pelatihan mengolah sampah plastik menjadi ingke.

Mataram (Suara NTB) -Mahasiswa KKN Tematik “Zero Waste” Universitas Mataram (Unram) tahun 2021 di Desa Mujur, Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan pelatihan dalam pembuatan kerajinan yang bernilai ekonomis, sekaligus sebagai sarana dalam berkreasi dari sampah, pada Jumat, 23 Juli 2021. Kegiatan ini sebagai upaya mahasiswa untuk menggunakan kembali sampah (reuse) sekaligus ikut andil dalam mengurangi volume sampah rumah tangga, terutama sampah plastik

Ketua KKN tematik Unram di Desa Mujur, Ahmad Zahid Salami menjelaskan, sampah-sampah yang dipakai merupakan sampah anorganik atau sampah plastik. Sampah itu dikreasikan oleh mahasiswa sekaligus dimanfaatkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi berupa ingke. Dalam pelatihan pembuatan produk kerajinan dari sampah ini menyasar langsung kepada masyarakat dan anak-anak yang terletak di Dusun Pendem, Desa Mujur, Lombok Tengah.

Iklan

Ingke merupakan produk kerajinan seperti piring yang terbuat dari sampah gelas plastic yang dimanfaatkan kembali agar lebih bernilai dan bisa dipakai. “Kegiatan ini juga sebagai bentuk mengurangi dan mendaur ulang sampah plastik (anorganik),” ujarnya.

Istri Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Mujur, Neti Kuniawati sekaligus yang mengikuti pelatihan ini mengatakan, pelatihan ini cukup bagus, kalau untuk anak-anak bisa menambah kereativitas mereka. Pelatihan ini juga bisa membantu mengurangi sampah di desa. Cara membuatnya juga dianggap cukup mudah, sehingga bisa menjadi pekerjaan sampingan untuk para ibu di desa.

“Karena bisa dikerjakan dari rumah dan tidak terlalu mengganggu waktu, jadi pembuatan ingke dari plastik ini saya rasa salah satu kegiatan yang cukup asyik untuk mengisi waktu di rumah, dan ya hitung-hitung untuk menambah produktivitas sebagai ibu rumah tangga,” ujar Neti.

Dengan adanya inovasi ataupun kreasi dari pengelolaan sampah plastik ini diharapkan menjadi langkah kreatif yang bisa diterapkan oleh masyarakat. Dengan adanya kesadaran bahwa sampah plastik yang tidak dimanfaatkan dengan baik akan dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Tidak hanya itu, Ahmad Zahid menambahkan, kegiatan ini juga merupakan sebuah cara kreatif dari masyarakat untuk mengurangi sampah plastik yang tiap hari kian bertambah. Dengan adanya inovasi kreatif ini, stigma masyarakat mengenai sampah bisa diluruskan kembali bahwa sampah plastik tidak hanya bisa dipakai lalu dibuang begitu saja. “Melainkan bisa dipakai sebagai alternatif kegiatan bagi masyarakat dan anak-anak untuk mengisi waktu luang lebih produktif,” ujarnya. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional