Mahasiswa KKN di Danger Suguhkan Inovasi Produk Usaha

Mahasiswa KKN Tematik Unram bersama Pemerintah Desa Danger di dampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menunjukkan inovasi produk  yang diluncurkan, Kamis, 29 Juli 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Terobosan yang cukup gemilang dilakukan mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram) yang berada di Desa Danger Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim). Mahasiswa KKN Unram ini berhasil menyuguhkan produk usaha yang diberi nama “Danger Chips” yang diluncurkan, Kamis, 29 Juli 2021 di aula kantor Desa Danger. Produk yang digagas ini bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat setempat.

Ketua KKN Tematik Kewirausahaan Unram di Desa Danger, Sulaiman Perawira Sasakadi, kepada Suara NTB, menjelaskan kripik yang diberi nama Danger Chips ini merupakan inovasi dengan melakukan pengemasan higienis. Produk Danger Chips ini diproduksi dalam enam varian rasa, di antaranya rasa jagung bakar, rasa keju, rasa balado, rasa sapi panggang, ekstra pedas, dan BBQ yang mudah didapatkan di lingkungan masyarakat sekitar.

Iklan

 “Rasa yang disajikan pun begitu enak, gurih dan memiliki nilai gizi yang tinggi karena berasal dari kedelai pilihan yang berkualitas,” ungkapnya.

Dijelaskannya, diangkatnya produk Danger Chips ini sejalan dengan keberadaan usaha tempe di Desa Danger yang cukup terkenal, namun pemasaran dalam bentuk kemasan yang masih kurang. Sehingga dengan koordinasi antara Mahasiswa KKN Unram dengan Pemerintah Desa Danger, berhasil mengembangkan usaha Danger Chips yang nantinya dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat di Desa Danger.

 “Kita angkat usaha keripik atau Danger Chips ini supaya masyarakat tidak hanya mengetahui tentang usaha tahu tempe di Desa Danger. Melainkan mengetahui potensi lainnya di Desa Danger,” terangnya.

Hadirnya Danger Chips inipun nantinya dapat dikombinasikan dengan keberadaan Danger Village  (DV) Waterpark yang ada di Desa Danger, kerajinan kayu gaharu serta monumen tangan Banteng Hitam yang merupakan wadah perjuangan masyarakat Desa Danger dalam merebut kemerdekaan RI pada masa penjajahan.

Selain Danger Chips, Mahasiswa KKN Tematik Kewirausahaan Unram di Desa Danger ini sebelumnya membuat sebuah inovasi agar limbah cairan tahu tidak lagi menjadi masalah di lingkungan masyarakat yang diberi nama, Nata De Soya. Dalam inovasi Nata De Soya ini, bagaimana limbah tahun dan tempe dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan bisa dijadikan produk yang bisa dipasarkan atau bernilai ekonomi.

Kepala Desa Danger, Kaspul Hadi, S.Pd, mengapresiasi inovasi yang diluncurkan oleh mahasiswa KKN Tematik Unram Tahun 2021 yang ada di Desa Danger dikarenakan memiliki dampak yang cukup positif bagi masyarakat. Inovasi ini, kata Kaspul, ke depan pengelolaannya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, dan PKK dengan melakukan pembinaan terhadap masyarakat atau home industry.

 “Hadirnya Danger Chips ini tentu dapat lebih menggaungkan lagi potensi yang saat ini kita kembangkan berupa DV Waterpark, kerajinan gaharu dan monumen tangan para perjuangan di masa kemerdekaan,” terangnya.

Lahirnya sejumlah inovasi merupakan suatu prestasi dalam momentum Hari Jadi Desa Danger ke-59 pada bulan Agustus mendatang yang mengambil tema “Desa Danger menuju Desa yang Mendunia”. Pasalnya Desa Danger di tahun 2020 meraih prestasi yang cukup gemilang yaitu Juara I Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi NTB, Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lotim serta Juara Lomba Kampung Sehat.

Sementara, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Unram di Desa Danger, Dr. Ir. Samsyuhaidi, yang turut hadir dalam launching produk ini menegaskan bahwa produk usaha yang dikembangkan tersebut merupakan inovasi baru mahasiswa KKN Unram yang tengah mengabdikan diri ke masyarakat khususnya di Desa Danger dari tanggal 21 Juni sampai 5 Agustus 2021.

Pada kesempatan tersebut, ia mengingatkan kepada mahasiswa KKN Unram agar tetap menjaga tali silaturrahim dengan masyarakat dan Pemerintah Desa Danger meskipun sudah dilakukan penarikan.

Camat Masbagik, Camat Muhidin, juga mengapresiasi inovasi dari mahasiswa KKN Tematik Unram ini. Inovasi ini dapat menjadi inspirasi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan yang dapat menjadi sumber pendapatan di tengah pandemi Covid-19. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional