Mahasiswa Jangan Mau Diadu Domba Berita Hoaks

Mataram (Suara NTB) – Ancaman persatuan dan kesatuan jadi ancaman nyata bangsa Indonesia. Banyak pihak tidak ingin bangsa Indonesia jadi negara besar. Berbagai cara dilakukan untuk memecah belah, salah satunya dengan menyebar berita bohong atau hoaks.

Peneliti Wahid Institute, Inayah Wahid, mengemukakan potensi perpecahan belakangan ini cukup mengkhawatirkan. Beredarnya berita bohong, adanya fenomena ingin mengganti Pancasila, turut menghiasi perjalanan bangsa Indonesia dengan sasaran anak-anak muda.

Iklan

Kondisi demikian menurutnya, tidak dapat dibiarkan begitu saja. Harus ada upaya penyadaran terhadap anak muda, terutama tentang betapa pentingnya Pancasila yang sangat luar biasa.  “Anak muda harus percaya bahwa Pancasila luar biasa dalam kehidupan,” ujar Inayah saat berkunjung ke Universitas Mataram, Sabtu, 7 April 2018.

Dia pun mengingatkan agar generasi muda mampu menjaga Pancasila, termasuk dengan cara menghindari adanya berita bohong. Mereka harus menyadari bahwa Pancasila berarti dalam kehidupan kemajemukan bangsa Indonesia.

“Harus benar-benar dijaga. Situasi saat ini tidak enak, kita berharap anak muda bisa memelihara, menjaga Indonesia rumah bareng dan bagaimana pun harus tetap bersama. Mereka harus sadar Pancasila ini penting banget jangan sampai hilang. Kita bisa enak sekarang ini bahkan kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila bisa enak ngomong begitu karena dilindungi Pancasila,” jelasnya.

Di samping itu, Inayah mengingatkan bahwasanya anak muda kini punya kekuatan dan power yang sangat besar. Mereka harus percaya bahwasanya mereka punya kekuatan. Misalnya dalam memilih pemimpin yang pro terhadap persatuan.

“Seberapapun tidak cocoknya kita sama mereka, bisa tetap bersama. Anak muda NTB bisa terus aman, cari tahu siapa yang mau pimpin kalian dan jangan mau dipecah belah,” tuupnya. (dys)