Mahasiswa Hukum Universitas 45 Gelar Baksos Peringati Maulid Nabi

Mataram (suarantb.com) – Tak hanya ingin bergelar mahasiswa biasa yang fokus belajar di bangku kuliah. Mahasiswa semester pertama di Fakultas Hukum Universitas 45 Mataram langsung terjun di masyarakat melalui kegiatan Bakti Sosial. Yang dilaksanakan pada Senin, 12 Desember 2016 bertepatan dengan perayaan Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kita ke masyarakat. Dengan tema Berbagi Adalah Aspirasi Kami, yang diselenggarakan sama mahasiswa Fakultas Hukum. Tentu juga dengan membawa nama universitas,” jelas Ketua Panitia Acara Baksos, Riri Cunda Girinata.

Iklan

Acara Baksos yang berlokasi di Kecamatan Gangga tersebut diisi oleh dua kegiatan, yakni sunatan massal dan pembagian sumbangan baju dan kursi roda. Acara sunatan massal tersebut dilakukan di Desa Bentek Kecamatan Gangga. “Rangkaian acaranya itu kita adakan sunatan massal bekerja sama dengan Yayasan Justitia. Dimana kemarin itu pesertanya sampai 25 orang. Dari kita mereka juga dapat bingkisan,” katanya.

Sementara untuk pembagian 30 paket baju layak pakai dan dua kursi roda, Nata mengaku bekerja sama dengan Yayasan Endri’s Foundation (EF) sebagai penyumbang kursi roda. Dan Polsek Gangga yang membantu dalam pengumpulan informasi terkait warga yang berhak menerima bantuan tersebut.

“EF kan kesulitan menemukan orang yang layak menerima bantuan, jadi kita bantu menjembatani. Kita pilih Gangga juga karena di lapangan itu ternyata ada banyak penderita cacat. Berbeda dengan data dari pemerintah yang menyebutkan nol persen penderita,” tandasnya.

Dari paket baju yang dibagikan, Nata mengaku setiap paket berisi beberapa baju. Sehingga walaupun penerimanya bisa mendapatkan bantuan lebih. Tidak hanya berupa satu baju untuk satu orang.

“Kami disini intinya ingin support program-program pemerintah. Selain Baksos ini kita juga sudah ada agenda-agenda lain yang akan segera dilakukan. Termasuk agenda membantu normalisasi Sungai Jangkuk dan membuat Sekolah Baca untuk anak-anak pemulung,” jelasnya.

  Kakek dan Cucu Meninggal Tertimbun Longsor

Sungai Jangkuk dipilih oleh Nata dikarenakan sungai ini termasuk dalam list sungai nasional yang akan direstorasi. Dengan harapan bisa dimanfaatkan untuk pariwisata dan pengairan. Terlebih saat sekarang ini kondisi sungai-sungai di NTB memang terbilang memprihatinkan.

“Pokoknya walaupun kita baru disini, kita ingin bisa berkontribusi langsung untuk masyarakat,” tegasnya. (ros)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here