Mahasiswa Harus Ubah Paradigma Melalui Perpustakaan

Muhammad Syarif Bando.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando mengajak mahasiswa untuk mengembangkan diri secara mandiri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan perpustakaan.

“Civitas Academica harus mampu menciptakan perubahan. Namun sayangnya proses transfer ilmu pengetahuan yang terjadi masih lambat, maka harus dibangun perpustakaan sebagai tempat mahasiswa mengeksplorasi dan mengaktualisasi diri dan kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya saat memberikan kuliah umum di hadapan segenap civitas academica Universitas Teknologi Sumbawa dalam rangka peningkatan kualitas SDM unggul 2020-2024 pada Rabu, 6 Oktober 2021.

Iklan

Hal itu disampaikan Syarif mengingat bahwa ilmu yang diperoleh dari pembelajaran anak mulai dari TK hingga jenjang doktoral di perguruan tinggi hanya sekitar 10 persen. Sisanya yakni 90 persen akan diperoleh dengan pembelajaran secara mandiri melalui berbagai literasi.

Lebih lanjut, Syarif Bando mengatakan mahasiswa harus berpikir kritis dan tidak lagi hanya mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya. Seorang mahasiswa harus mampu melakukan memiliki kesadaran atas haknya untuk merdeka dalam berpikir dan tidak lagi bermental budak ataupun penumpang.

“Paradigma kampus harus berubah. Mahasiswa harus menjadi solusi akan berbagai masalah. Bagaimana menjadi solutif? Yaitu dengan buku dan membaca,” tuturnya.

Syarif menegaskan bahwa buku adalah kampak yang dapat menghancurkan kebekuan dalam otak manusia. Dan melalui membaca dapat membentuk struktur berpikir manusia, dari tidak teratur menjadi teratur.

“Di kampus ini tolong dibangun cara pandang untuk melihat tren perubahan dunia yang sedang berlangsung,” tegasnya.

Proses berliterasi dengan membaca akan menghasilkan barang dan jasa bernilai ekonomi yang dapat membawa kesejahteraan dan peningkatan ekonomi. Semua produk dan profesi akan ditinggalkan konsumen jika tidak dikerjakan dengan profesional inovatif dan kreatif.

Maka dari itu, Syarif Bando berpesan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki modal yang bisa dipakai dalam peran serta membangun masyarakat salah satunya melalui literasi. Dengan memiliki kompetensi alumni perguruan tinggi yaitu memiliki kemampuan intelektual, emosional, menyelesaikan masalah, interpersonal, berpikir kritis dan strategis, motivasi dan komitmen, kesadaran diri, belajar cepat dan mengembangkan diri. (tim)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional