Mahasiswa FEBI Diharapkan Jadi Pelopor Pengembangan Ekonomi Syariah

Dr. Ahmad Amir Aziz (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram setiap tahun meluluskan ratusan wisudawan. Mereka diharapkan setelah lulus menjadi pioner dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

Dekan FEBI UIN Mataram, Dr. Ahmad Amir Aziz, menyebut peluang dan prospek dalam pengembangan ekonomi syariah saat ini cukup tinggi. Peluang itu harus diambil para mahasiswa FEBI.

Iklan

“Paling tidak mereka bisa jadi pioner untuk membangun ekosistem ekonomi syariah itu sendiri,” kata Amir Aziz, Rabu, 15 Juli 2020.

Terlebih lembaga pendidikan ini setiap tahunnya paling tidak mengeluarkan 200-300 mahasiswa setiap tahun. Tentunya SDM ini akan kembali ke tengah-tengah masyarakat, sehingga paling tidak mereka bisa menjadi agen terdepan yang akan turut berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah.

“Kampus membutuhkan lahan untuk bekerja di sisi lain mahasiswa tidak akan kemana-mana karena mereka ada di masyarakat,” urainya.

Selain itu setiap tahun, mahasiswa FEBI juga selalu berpartisipasi dalam kegiatan KKP di lebih dari 100 desa di NTB. Mereka terlibat melakukan penguataan terhadap produk lokal daerah dengan slogan satu desa satu produk “one village one product”.  “Mahasiswa kami berasal dari berbagai desa. Penguatan itu harus menyentuh sampai ke pelosok,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah harus jadi perhatian bersama. Sebagai seorang muslim ini adalah tantangan besar di daerah NTB, sehingga NTB bisa kuat posisinya dalam pengembangan ekonomi syariah sebagai pilot projects. “Apalagi NTB sudah ada pariwisata halalnya,” jelasnya.

Dia pun berharap agar sektor perbankan dan seluruh bentuk derivasinya diharapkan bisa menyentuh kaum milenial dalam melakukan pembinaan.

“Mereka juga sudah luar biasa. Tapi mungkin mereka belum punya tabungan di bank. Ini juga bisa jadi sektor yang harus dibidik sebagai sesuatu yang bisa digarap. Menjajaki peluang di mahasiswa kami sudah mulai teredukasi masuk saham syariah. Ketika mereka miliki akun saham syariah harus punya deposit. Belum semua bank syariah punya layanan itu, baru satu dua. Ini juga peluang untuk bisa masuk kesitu juga,” ungkapnya. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here