Mahasiswa Desak Polda NTB Tuntaskan Tiga Dugaan Kasus Korupsi di Dompu

Mataram (suarantb.com) – Puluhan mahasiswa mengatasnamakan diri Persatuan Gerakan Mahasiswa Dompu (PGMD) mendesak Polda NTB untuk menuntaskan tiga kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Dompu, Kamis, 12 Oktober 2016.

Mahasiswa menuntut Polda NTB untuk menetapkan tersangka dalam kasus pencabutan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) K2. Menurut mahasiswa, pencabutan SK 134 CPNS oleh BKN dikarenakan ada indikasi manipulasi data oleh pemerintah daerah, sehingga mahasiswa menuntut untuk segera ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Iklan

“Sebanyak 134 CPNS dicabut SK-nya, lantas pelaku atau tersangka sampai hari ini belum ditentukan. Oleh sebab itu kami datang untuk mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut,” ujar Korlap aksi, Kardin.

Kasus lain yang menjadi tuntutan mahasiswa yaitu kasus pembuatan drainase. Menurutnya, kasus tersebut telah hampir dua tahun dilaporkan dengan bukti dokumen dan gambar, namun hingga saat ini belum ada penjelasan dari Kejati NTB dan Polda NTB. Sehingga massa mendesak agar kasus tersebut segera dituntaskan.

“Kami menduga kasus tersebut telah merugikan negara Rp 2,9 miliar. Bentuk pelaksanaan fisik tidak sesuai dengan apa yang digambarkan,” tegasnya.

Kasus lainnya yakni  Tambora Menyapa Dunia (TMD) tahun 2015 lalu. Menurut massa, adanya indikasi penyimpangan dari penyelenggaraan TMD tersebut. Peserta yang seharusnya digratiskan makanan dan transportasi, namun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan peserta.

Massa mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polda NTB dan pihak Kejati NTB untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut. Usai menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, mahasiswa kembali dengan tertib. (szr)