Mahasiswa Desak Polda NTB Tuntaskan Kasus Korupsi di Dompu

Mataram (suarantb.com) – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Gerakan Bersama Pemuda Mahasiswa Dompu (GEBPMAD) menggelar aksi di depan Mapolda NTB, Rabu 21 September 2016. Puluhan mahasiswa tersebut mendesak Polda NTB untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi yang ada di Kabupaten Dompu.

Kasus-kasus yang menjadi tuntutan mahasiswa, yakni dugaan korupsi dalam rekrutmen CPNS Kriteria 2 (K2), dugaan korupsi Bansos tahun 2012 sebesar Rp 13 miliar, dugaan korupsi anggaran penyertaan modal sebesar Rp 15 miliar, dugaan penyalahgunaan anggaran Pilkada tahun 2015 sebesar Rp 2 miliar.
Kasus lainnya yang juga menjadi tuntutan mahasiswa yakni, dugaan korupsi dalam penerbitan izin pertambangan, dugaan penyalahgunaan anggaran PPKAD, BPMPD, Dinas Perikanan dan Kelautan sebesar Rp 8 miliar. Keselurahan kasus tersebut terjadi di Kabupaten Dompu, dan ditangani Mapolda NTB.

Iklan

Selain berorasi di Mapolda NTB, mahasiswa juga berunjuk rasa di Kejati NTB. Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak Kejati untuk menyelesaikan kasus-kasus dugaan korupsi di Kabupaten Dompu yang ditangani Kejati NTB.

Tuntutan mahasiswa agar Kejati NTB menyelesaikan kasus-kasus dugaan korupsi, yakni dugaan korupsi pembangunan Gedung Samakai bernilai Rp 11 miliar, dugaan korupsi Alkes RSUD Dompu senilai 1,5 miliar, dugaan korupsi percetakan sawah baru 2012 sebesar Rp 5 miliar, kasus drainase Kabupaten Dompu, dan kasus penyalahgunaan anggaran TMD tahun 2015 yang ditangani Kejari Dompu.

“Maka dari itu, kami yang masih peduli terhadap beberapa persoalan daerah, hari ini kembali hadir di depan Polda NTB untuk mempertanyakan sejauh mana kasus-kasus tersebut,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya. (szr)