Mahasiswa Ajak Masyarakat Manfaatkan Eceng Gondok

Pelatihan pemanfaatan eceng gondok yang digelar mahasiswa KKN Tematik Unram di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Eceng gondok banyak tumbuh di Bendungan Batujai Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng). Di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, eceng gondok yang dianggap sampah bagi masyarakat sekitar, justru bisa menjadi ‘’emas hijau’’ yang mampu memberikan pendapatan tambahan.

Bahkan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan oleh pemerintah, masyarakat sekitar bisa memanfaatkan eceng gondok ini untuk diolah menjadi barang bernilai jual. Seperti Pupuk Organik Cair (POC) atau komoditi lainnya.

Iklan

 Melihat besarnya potensi eceng gondok ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram) di Desa Batujai menggelar pelatihan pemanfaatan tumbuhan eceng gondok, Kamis, 15 Juli 2021. Pelatihan ini diikuti kepala dusun dan masyarakat Desa Batujai dengan mengundang Balai Pengelolaan Teknologi Pertanian (BPTP) NTB sebagai narasumber.

Ketua KKN Tematik Unram Desa Batujai Rizal, mengajak masyarakat yang ada di Desa Batujai untuk mengubah mindset, jika eceng gondok di Bendungan Batujai adalah ‘’emas hijau’’. Eceng gondok ini memiliki potensi yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.  “Eceng gondok dipandang sebagai permasalahan yang tak kunjung usai, bahkan saat ini sedang proses pembersihan dengan dana tidak sedikit. Padahal sebetulnya eceng gondok ini adalah emas hijau jika kita mengetahui potensinya,” ujarnya saat sambutan di Kantor Desa Batujai.

Dijelaskannya, pembuatan pupuk cair ini menggunakan bahan sederhana, berupa Molase, EM4, limbah sayuran dan eceng gondok dengan proses pembuatan yang singkat dan butuh waktu fermentasi minimal seminggu.

“Proses awalnya limbah eceng gondok 1kg dan limbah sayuran 100 gram dipotong kecil-kecil, kemudian dihaluskan menggunakan blender. Lalu campurkan EM4 Pertanian 100 ml dan Molase 50ml ke dalam 5 liter air. Aduk hingga merata, terus tuangkan 5 liter air sudah tercampur ke dalam eceng gondok dan limbah sayuran yang sudah dihaluskan. Kemudian aduk sampai kedua bahan ini merata dan ditutup menggunakan plastik dengan fermentasi minimal seminggu,”  terangnya.

Sementara Tim Penyuluh dari BPTP NTB Kaharudin dan Nurul Agustini menjelaskan nutrisi yang terkandung dalam eceng gondok yang sangat baik untuk pembuatan pupuk dan pakan ternak. Tanah yang terkontaminasi oleh pupuk kimia dan juga pestisida anorganik menyebabkan kesehatan dan kesuburan tanah menjadi buruk. ‘’Jadi kita harus mengubah bahan pupuk yang kita pakai dengan menggunakan pupuk organik” jelasnya.

Selain itu, ujarnya, eceng gondok yang diolah menjadi pupuk organik dinilai lebih efektif untuk pertumbuhan tanaman dan juga menjaga kesuburan tanah. Apalagi pupuk organik tidak memiliki efek samping yang buruk terhadap tanaman. (ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional