Mahalnya Ongkos Jadi TKI

Mataram (suarantb.com) – Banyak orang asal Lombok yang tergiur menjadi TKI di luar negeri. Mereka berbondong-bondong menjajal peruntungan dengan jalan merantau ke luar negeri. Tapi mungkin belum banyak yang tahu, biaya yang dikeluarkan seorang calon TKI untuk bisa bekerja di luar negeri, seperti Malaysia terbilang sangat mahal.

Dalam rapat koordinasi (rakor) Program Poros Sentra Layanan TKI Terintegrasi Daerah Asal di Provinsi NTB yang berlangsung di Ruang Rapat Umum Kantor Gubernur NTB, Senin, 7 Nopember 2016, Ketua Konsorsium Perusahaan Asuransi TKI NTB, H. Muazzim Akbar menjelaskan betapa mahalnya biaya yang dikeluarkan seorang calon TKI untuk bisa bekerja di Malaysia sebagai TKI prosedural atau legal.

Iklan

“Untuk biaya medical check-up, biaya yang diminta Pemerintah Malaysia dulu Rp 400 ribu. Sekarang mau dinaikkan jadi Rp 760 ribu. Visa (kerja) ke Malaysia dulu  Rp 50 ribu, sekarang jadi Rp1 juta,” jelasnya.

Selain itu, biaya untuk paspor yang disebut Kemenkumham untuk TKI diberikan secara gratis diakui Muazzim tidak berlaku. Ia belum pernah menemui kasus dimana TKI bisa mendapatkan paspor gratis. Biaya paspor yang dikeluarkan para calon TKI bisa mencapai Rp 1 juta. Inilah beberapa biaya yang harus dikeluarkan oleh calon TKI yang berniat berangkat ke Malaysia melalui jalur legal.

Begitu pula dengan biaya asuransi untuk TKI, yang semula hanya dibayarkan sekali Rp 400 ribu, TKI diminta membayar lagi Rp 450 ribu. Untuk melewati petugas imigrasi, TKI harus membayar Imigration Security Clearance (ISC) sejumlah Rp 420 ribu. Begitu pula dengan pajak untuk TKI, yang semula hanya 450 Ringgit Malaysia menjadi 2.500 Ringgit Malaysia.

Sedangkan gaji harian yang diperoleh TKI yang hanya sekitar 20-25 Ringgit Malaysia. Jumlah itu dinilai tidak sepadan dengan uang yang mereka keluarkan untuk bisa berangkat ke Malaysia. Belum pula jika terjadi majikan yang tidak membayar gaji TKI. Atau yang terburuk mereka bahkan menjadi korban kekerasan majikan.

  Adik Almarhumah Rukmin Sempat Mendapat Firasat Lewat Mimpi

Dari sekian penjelasan biaya yang disebutkan Muazzim, ia  meminta agar menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah diminta jangan hanya mengatur soal keberangkatan TKI saja, tetapi sangat penting pula mengawasi dan memberikan perlindungan pada TKI yang sudah sampai di Malaysia.

“Jangan hanya fokus dengan urusan yang di dalam negeri, perlindungan tenaga kerja di luar negeri juga tidak boleh dilupakan,” tegasnya.

Muazzim juga memberikan contoh tentang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi. Di sana tidak ada sistem jam kerja yang ditetapkan, sehingga TKW harus bekerja selama 24 jam.

“Kapanpun majikan minta dilayani, mereka harus bekerja. Bahkan tengah malam sekalipun,” tambahnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here