Mahal, Biaya Perawatan Satu Pasien Covid-19

Ilustrasi Insentif Penanganan Covid-19 (Mohamad Trilaksono/pxhere)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk penanganan perawatan pasien positif Corona Virus Disease (Covid-19). Seperti dialami di RSUD Dr. R. Soedjono Selong. Satu pasien Covid-19 membutuhkan biaya Rp120 juta untuk perawatan sampai sembuh.

Direktur RSUD Dr. R. Soedjono Selong, dr. Muhammad Tantowi, menyebut biaya perawatan ini cukup besar, yakni Rp4 juta sehari. Di mana, selama tindakan perawatan yang dilakukan secara isolasi ini belum ada dengan pemberian vaksin. “Bagaimana kalau 15 hari, maka bisa bisa puluhan juta,” imbuhnya akhir pekan kemarin.

Iklan

Belum lagi, tambahnya, biaya operasional dari para tenaga kesehatan. Menurutnya, jika dikalkulasikan dana yang cukup besar itu untuk tindakan swab test. Satu kali swab, ujarnya, membutuhkan biaya Rp 500 ribu. Sementara satu pasien rata-rata dilakukan dua kali swab test. Belum lagi makanan yang cukup dan kebutuhan perawatan medis lainnya. ‘’Pasien yang terpapar Covid-19 ini baru bisa sembuh saat sistem imunitas tubuhnya bagus,’’ tambahnya.

Nominal biaya yang dikeluarkan ini, tambahnya, di luar biaya bagi yang memiliki penyakit penyerta. “Kalau ada komplikasi, maka lebih mahal lagi,” ucapnya. Besarnya biaya ini tidak saja untuk yang positif, biaya untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pun demikian. Tindakan isolasi yang dilakukan butuh biaya yang cukup besar.

Adapun upaya lain selain tindakan medis yang dilakukan sendiri oleh tim medis RSUD Selong melakukan terapi, memberikan semangat dan motiovasi kepada pasien. Soal kesembuhan, tetap menjadi hak prerogratif Allah SWT.

Sementara itu, berdasarkan rilis terakhir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, per tanggal 1 Juni 2020 jumlah PDP Lotim 338 orang. Sebanyak 325 orang dirawat di RSUD Selong, Puskesmas Lenek dan Rumah Sakit yang ada di Mataram. Dari 66 orang positif berdasarkan hasil penambahan terbaru, 38 orang dinyatakan sembuh dan masih dirawat sebanyak 26 orang.

Dari 21 kecamatan se Kabupaten Lotim, 16 kecamatan sudah zona merah. Lima kecamatan masih kuning, yakni Sembalun, Sukamulia, Sakra Timur, Sakra Barat dan Keruak.
Seluruh masyarakat Lotim diminta tetap waspada dan diimbau sering mencuci tangan, konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah. Jaga jarak kontak fisik, rajin olahraga dan menjauhi kerumunan. ‘’Bila batuk dan sesak diminta segera berobat. Selalu gunakan masker ketika berada di tempat umum dan saat berinteraksi dengan orang,’’ harapnya. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional