Lulusan SMKN 1 Sekotong Punya Masa Depan Cerah

Foto Sosialisasi "Peluang Dan Tantangan Lulusan SMK Core Kemaritiman" di SMKN 1 Sekotong Lombok Barat

Giri Menang (Suara NTB) – SMKN 1 Sekotong Kabupaten Lombok Barat (Lobar) merupakan salah satu SMK negeri yang menjadikan core kemaritiman sebagai core inti bersama 11 SMK se- NTB.

Dipilihnya kemaritiman sebagai core andalan,menurut Kepala SMKN 1 Sekotong Sulman Haris,adalah berdasarkan hasil pertemuannya dengan para Kepala SMK Core Kemaritiman. Kegiatan tersebut bertempat di SMKN 1 Alas pada pekan lalu.

Iklan

Pada pertemuan tersebut, merekomendasikan untuk berkolaborasi dengan Forum SMK Kemaritiman NTB. Untuk lebih mempertajam upaya dan ikhtiar tersebut, pihaknya langsung mengundang salah seorang pelaku bidang kemaritiman di Lobar sebagai narasumber,yaitu Capten Febrian Primananda Hariawan, SSt.Pel M.Mar.

Febrian diundang sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi mengenai peluang dan tantangan serta masa depan lulusan SMK Core Kemaritiman, Sabtu, 2 Oktober 2021. “Capten Wawan panggilan akrab beliau, kami minta menceritakan kisah perjalanan yang sulit dan berat, namun mampu diatasi dengan semangat dan motivasi yang tinggi. Sehingga sekarang,beliau menjadi kapten kapal tangker dan sudah mengelilingi dunia dengan konpetensi pelayaran,” ujarnya saat sosialisasi di sekolahnya.

Pihaknya optimis bahwa peluang kerja bagi SDM kemaritiman yang unggul dan tersertifikasi lengkap dan akan langsung terserap dunia kerja,baik domestik maupun internasional.

Dalam penyampaiannya,Capten Febriyan lebih menekankan pada peluang kemaritiman yang bersumber pada ketersediaan Sumber Daya Manusia yang unggul. “Di mana pendidikan karakter pelaut dan fasilitasnya,harus ditunjang oleh dinas terkait dan juga pemenuhan sertifikasi kepelautan.Dengan disinergikan semua hal tersebut maka tidak ada kata menganggur baik para calon pelaut NTB,dan khususnya taruna SMKN 1 sekotong,” ungkapnya.

Diakuinya, pengelolaan kemaritiman di wilayah NTB masih sangat minim. “Tantangan utamanya adalah kesiapan SDM baik dari siswa maupun guru produktif,kemudian fasilitas penunjang dan biaya sertifikasi yang samgat tingi dan mahal.Namun semua itu sudah terjawab dengan menghadirkan lembaga diklat keterampilan di NTB,” lanjutnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional