Lulus CPNS, Dua Dokter Mengundurkan Diri

Muhammad Nasir (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dua orang dokter yang lulus dalam seleksi CPNS Pemprov NTB tahun 2019 mengundurkan diri. Dua orang dokter dengan penempatan RS Mata NTB dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma tersebut mengundurkan diri sebagai CPNS dengan alasan melanjutkan studi.

‘’Yang sudah lulus ada yang mengundurkan diri. Alasannya, ingin melanjutkan studinya sebanyak dua orang, dokter spesialis mata dan dokter umum. Penempatannya Rumah Sakit Mata dan Rumah Sakit Jiwa,’’ ujar Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 4 November 2020.

Iklan

Dengan mundurnya dua orang dokter tersebut sebagai CPNS. Maka, jumlah formasi tenaga kesehatan khusus untuk jabatan dokter yang tak terisi berpotensi bertambah menjadi 11 orang. Sebelumnya, kata Nasir, ada sembilan jenis jabatan dokter untuk formasi tenaga kesehatan yang tidak terisi dalam seleksi CPNS 2019.

Untuk mengisi dua jabatan dokter setelah mundurnya dua pelamar yang telah dinyatakan lulus tersebut. Nasir mengatakan pihaknya berkonsultasi dan menunggu hasil dari Panselnas. Apakah pelamar yang berada diperingkat dua bisa menggantikannya.

‘’Kami belum bisa memastikan bahwa yang mengundurkan diri ini, boleh atau tidak diganti oleh urutan di bawahnya. Kita menunggu hasil rekomendasi dari Panselnas,’’ ujarnya.

Sesuai ketentuan, kata Nasir, bagi pelamar yang sudah dinyatakan lulus seleksi CPNS, kemudian mengundurkan diri. Maka akan kena sanksi, tidak boleh ikut seleksi CPNS tahun berikutnya.

Selain itu, BKD juga mencatat sebanyak sembilan pelamar yang tidak lulus telah mengajukan sanggahan. Sembilan pelamar yang mengajukan sanggahan tersebut, sebanyak enam orang untuk formasi tenaga guru.

Terhadap sembilan pelamar yang mengajukan sanggahan, lanjut Nasir, BKD melakukan klasifikasi. Mana sanggahan yang dijawab sesuai kewenangan BKD. Kemudian sanggahan yang dijawab oleh Panselnas.

‘’Siang ini (kemarin, Red) kita langsung pilah, ini kewenangan provinsi untuk menjawabnya. Atau ini menjadi kewenangan Panselnas,’’ tandasnya.

Diketahui, Panselnas telah menetapkan 375 pelamar lulus menjadi CPNS Pemprov NTB. Dari 414 formasi CPNS 2019 yang diperoleh Pemprov NTB, sebanyak 39 formasi yang lowong atau tidak terisi.

Sebanyak 414 formasi yang diperoleh Pemprov NTB dalam rekrutmen CPNS 2019, terdiri dari 234 formasi tenaga kesehatan, 101 formasi tenaga kesehatan dan 79 formasi tenaga teknis. Berdasarkan hasil seleksi CPNS Pemprov NTB tahun 2019, sebanyak 222 orang untuk formasi guru yang dinyatakan lulus. Kemudian 74 orang untuk formasi tenaga kesehatan dan 79 orang untuk formasi tenaga teknis.

Jumlah pelamar yang lulus menjadi CPNS Pemprov NTB sebanyak 375 orang, sedangkan pelamar yang tidak lulus sebanyak 542 orang. Sebanyak  542 pelamar yang dinyatakan tidak lulus dalam seleksi CPNS Pemprov NTB 2019, untuk jenis jabatan tenaga guru 279 orang. Kemudian tenaga kesehatan 123 orang dan tenaga teknis 140 orang.

Dalam rekrutmen CPNS 2019, Pemprov NTB mendapatkan 414 formasi. Terdiri dari tenaga guru 234 orang, tenaga kesehatan 101 orang dan tenaga teknis 79 orang. Berdasarkan hasil seleksi yang ditetapkan Panselnas, hanya formasi tenaga teknis yang terisi 100 persen.

Sedangkan formasi tenaga guru masih kosong sebanyak 12 formasi dan tenaga kesehatan 27 formasi. Atau jumlah formasi yang kosong atau tak terisi dalam penerimaan CPNS Pemprov NTB 2019 sebanyak 39 orang. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional