LPMP Terima 1503 Permintaan Informasi dan Pengaduan Pendidikan

Pihak ULT LPMP NTB menerima pengaduan dari tenaga pendidik di LPMP NTB. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini mengalami peningkatan khususnya bidang pendidikan, sehingga akses informasi bagi daerah terluar menjadi sebuah solusi. Sebagai contoh adalah pengajuan NUPTK dimulai dari sekolah dengan mengupload file dokumen persyaratan yang telah ditetapkan kemudian diverifikasi Dinas Pendidikan, LPMP, dan terakhir PDSPK.

Untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat, LPMP NTB mencoba membuat terobosan baru dengan mendekatkan diri kepada stakeholder pendidikan melalui program Unit Layanan Terpadu (ULT).

Iklan

Kepala LPMP NTB Dr. Mohammad Mustari, menyebut layanan ini bertujuan mensosialisasikan program layanan dan memberikan layanan langsung pada stakeholder (pendidik dan tenaga kependidikan). Dari data ULT LPMP NTB, sepanjang tahun 2019 lalu terdapat 1.503 permintaan informasi dan pengaduan terkait pendidikan. Dari jumlah itu, 519 aduan terlayani secara langsung di ULT LPMP NTB. Sementara sisanya sebanyak 984 terlayani secara tidak langsung melalui WhatsApp.

Selain itu ULT LPMP NTB juga menghadirkan Pojok Literasi  dan melakukan sosialisasi rumah belajar sebagai upaya mendukung program Gerakan Literasi Sekolah dan optimalisasi pemanfaatan akses rumah belajar. Selain itu juga dilakukan UKT Keliling. Pemberian informasi melalui ULT Keliling agar masyarakat mendapatkan akses layanan pendidikan yang mudah.

Ada pun permasalahan yang banyak diutarakan oleh para guru adalah sulitnya mendapatkan NUPTK bagi guru honorer di sekolah negeri, belum pernah naik pangkat, dan sulitnya menjadi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan.

Diharapkan keberadaan ULT Keliling menjadi  solusi yang tepat terhadap permasalahan yang dihadapi para guru. Dia juga menyebut jika layanan ULT Keliling akan berlanjut ke daerah lain seperti Lombok Barat. (dys)