LPMP NTB Terima Penghargaan ZI WBK

Kepala LPMP Provinsi NTB Mohamad Mustari (kelima dari kiri) bersama Ketua Pembangunan ZI WBK LPMP NTB, I Made Murta Astawa (pegang piagam) dan jajaran LPMP NTB berfoto bersama. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) — Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB menerima penghargaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK). Pembangunan ZI WBK telah dicanangkan mulai tahun 2018, 2019, dan terakhir tahun 2020 oleh Kepala LPMP NTB Mohamad Mustari, Ph.D. Penghargaan yang diperoleh pada penghujung tahun 2020 ini merupakan kado terindah untuk warga LPMP NTB yang tahun 2021 akan direorganisasi menjadi Balai Besar Peningkatan Mutu Pendidikan (BBPMP).

Kepala LPMP Provinsi NTB, Mohamad Mustari, Ph.D., menyampaikan beberapa hal terkait dengan ZI WBK yang telah dilakukan. Menurutnya, Keberhasilan LPMP NTB meraih predikat WBK tidak terlepas dari komitmen bersama antara pimpinan dan seluruh warga LPMP NTB, baik ASN, PPNPN, dan tenaga outsourching. Begitu juga doa dan dukungan dari seluruh pihak terkait, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Penghargaan yang telah diterima mohon dijaga dan dipertahankan serta kalau bisa ditingkatkan. Kata kunci reformasi birokrasi adalah integritas dan tata kelola. Keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan harus tetap dipegang teguh walaupun banyak tekanan, goncangan, gangguan, dan godaan baik dari internal maupun eksternal organisasi,” ujarnya.

Ia menekankan, piagam penghargaan ZI WBK bukan merupakan tujuan utama dan akhir dalam reformasi birokrasi, tetapi yang paling utama adalah terjadinya perubahan pola pikir dan budaya, sehingga terciptanya wilayah bebas dari korupsi, serta pemberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pihak terkait.

Apresiasi dan penganugerahan ZI WBK dilaksanakan pada Senin, 21 Desember 2020 secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring) melalui zoom cloud meeting. Satuan kerja (satker) yang diusulkan untuk dinilai memperoleh Penghargaan ZI WBK/WBBM pada tahun 2020 sebanyak 3.691 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibanding tahun 2019 hanya 2.246 satuan kerja. Panel akhir yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) dari Kementerian PAN RB dihasilkan 763 satuan kerja berpredikat WBK/WBBM, terdiri 681 berpredikat WBK, dan 82 berpredikat WBBM.

Di lingkungan LPMP NTB, apresiasi dan penganugrahan ZI WBK dilaksanakan pada Selasa, 28 Desember 2020. Apresiasi dan penganugerahan ZI WBK sekaligus dirangkaikan dengan acara syukuran atas diraihnya predikat WBK oleh LPMP NTB dan menyambut Tahun Baru 2021.

Ketua Pembangunan ZI WBK LPMP NTB, Drs. I Made Murta Astawa, M.Pd., memberikan apresiasi dan penghargaan, kepada pertama, Kepala LPMP Provinsi NTB sebagai pemimpin perubahan dan role model atas dukungan dalam pembangunan ZI WBK ini. Kedua, kepada Tim Pembangunan ZI WBK yang telah bersusah payah menyiapkan dokumen pendukung selama proses pembangunan ZI WBK, serta seluruh ASN dan PPNPN yang telah berpartisipasi aktif untuk selalu mereformasi diri baik pola pikir maupun budaya.

Menurut Made, penghargaan predikat ZI WBK yang diterima dari MenPAN RB berkat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas yang telah dilakukan oleh seluruh warga LPMP NTB. Prestasi tahun 2019 berupa Penghargaan atas Pengelolaan Anggaran Terbaik II, Kinerja Satuan Pengawasan Intern (SPI) Terbaik III, Kualitas Pelayanan Unit Layanan Terpadu (ULT) UPT Kemendikbud di daerah Terbaik I, dan Admin Medsos Terbaik merupakan hasil nyata bahwa LPMP Provinsi NTB telah melaksanakan Reformasi Birokrasi.

Made menyampaikan, untuk mendapatkan Penghargaan ZI WBK tidak begitu mudah, apalagi dimasa Covid-19 ini. LPMP Provinsi NTB harus berjuang dan bersaing dengan 3.691 satuan kerja dari seluruh Indonesia. Penilaian yang dilakukan oleh TPN dilakukan secara berjenjang mulai dari administrasi, suvei eksternal secara on line, presentasi dan wawancara, clearant dengan KPK dan Ombudsman RI dan terakhir melalui panel akhir dengan seluruh Tim Penilai Nasional (TPN). (ron)