LPMP NTB Rutin Laksanakan Imtak

Kegiatam Imtak di LPMP NTB. Kegiatan ini rutin dilaksanakan di lembaga penjamin mutu pendidikan NTB tersebut.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB rutin melaksanakan kegiatan Iman dan Takwa (Imtak) selama bulan Ramadan. Ada beberapa kegiatan yang mengisi kebutuhan spiritual aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) di lingkungan LPMP NTB dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan.

Kepala LPMP NTB, Mohamad Mustari, Ph.D., pada Senin, 10 Mei 2021 menyampaikan, suasana Ramadhan di lingkungan LPMP Provinsi NTB kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Layanan peningkatan mutu pendidikan masih berjalan dengan variannya yang menyesuaikan keadaan sesuai saran satuan tugas (satgas) Covid-19 wilayah NTB.

Iklan

“Sebagai sebuah lembaga penjaminan mutu pendidikan yang sudah barang tentu harus memiliki aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) yang secara kompetensi dan kualifikasi dapat diandalkan, juga harus memiliki dimensi mental spiritual yang kuat demi meraih kesuksesan yang berdimensi ganda, yaitu sukses dunia dan akhirat,” jelasnya.

Kegiatan Imtak Ramadhan diupayakan selain untuk menyemarakkan kegiatan rutinitas ibadah tertentu, seperti salat berjamaah dan puasa di siang harinya, juga untuk membekali para pegawai dengan sejumlah ilmu pengetahuan keagamaan. Seperti ilmu tajwid dan kajian keislaman lewat kuliah tujuh menit (kultum).

“Agar dapat terbangun jiwa hamba Allah SWT yang kuat ikhlasnya, rajin bersyukur dan penuh kesabaran dalam menjalankan amanat sebagai abdi negara dan sekaligus hamba yang bertakwa,” ujar Mustari.

Mustari menjelaskan, hikmah dari pelaksanaan puasa Ramadhan dan kegiatan Imtak ini agar suasana Ramadhan di lingkungan LPMP NTB lebih semarak dan penuh arti. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, sebelum wabah pandemi Covid-19 melanda Indonesia, LPMP NTB banyak melakukan fasilitasi layanan pendidikan dengan turun langsung ke setiap kabupaten/kota, maka kali ini layanan fasilitasi itu lebih banyak dilakukan secara daring.

“Melalui pilihan kegiatan daring ini diharapkan mampu mengakomodir kurangnya keterjangkauan akses yang sebelumnya terbatas karena sebab layanan langsung yang berbasis anggaran pusat dan sarana transportasinya,” harap Mustari. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional