LPMP NTB Lakukan Pendampingan bagi Operator Dapodik

Kegiatan pendampingan bagi operator Dapodik daerah yang dilaksanakan LPMP NTB.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB melaksankaan pendampingan bagi operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) daerah. Pendampingan dilakukan secara serentak di semua kabupaten/kota dari tanggal 12 Agustus 2021 sampai dengan 13 Agustus 2021.

Kepala LPMP Provinsi NTB, Mohamad Mustari, Ph.D., pada Selasa, 17 Agustus 2021 menyampaikan, kegiatan pertama yang dilakukan pihaknya yaitu verifikasi data dapodik yang bertujuan untuk melihat sekolah-sekolah yang nilai rapornya rendah dan indikator paling banyak tidak diisi oleh sekolah. Tindak lanjut dari kegiatan verifikasi data adalah pendampingan bagi operator dinas sebagai verifikator dapodik daerah.

Iklan

“Secara nasional nilai kumulatif untuk ketiga parameter kualitas rapor dapodik Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2021 berada di urutan ketiga dari bawah dengan capaian 90.47. Rendahnya capaian rapor dapodik tersebut mendorong LPMP untuk merancang program peningkatan kualitas data,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu komponen utama dalam perencanaan pembangunan adalah tersedianya data yang memadai dan akurat. Di sektor pendidikan, sumber data yang menjadi acuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam proses perencanaan program peningkatan kualitas pendidikan adalah dapodik. Dapodik mencakup keseluruhan aspek dari satuan pendidikan, mulai dari identitas sekolah, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan ataupun sarana prasarana sekolah.

Semua aspek tersebut diukur menggunakan beberapa indikator yang datanya diperoleh melalui aplikasi Dapodikdasmen di tiap sekolah. Sistem pendataan dapodik dibuat berjenjang, di mana input data dilakukan di level sekolah dan diverifikasi oleh dinas sebelum akhirnya masuk ke server pusat.

Terdapat beberapa poin penting yang menjadi catatan dalam kegiatan pendampingan ini. Salah satunya adalah ketidaktahuan sebagian besar operator dinas terkait rapor dapodik untuk menilai kualitas data. Imbasnya, sekolah hanya diinstruksikan untuk mengisi data dan melakukan sinkronisasi tanpa memperhatikan tingkat akurasi data yang diinput. Ketidaktersedian dokumen pendukung pada saat mengisi data juga menjadi kendala operator sekolah saat proses pengisian, disamping kendala teknis terkait aplikasi. Temuan yang tak kalah pentingnya adalah rendahnya kesadaran manajemen sekolah terhadap fungsi dan kualitas data dapodik.

Terkait kualitas data Dapodik, Kasubbag TU LPMP NTB, Dra. Sri Sukriyani, memberikan penekanan ketika menghadiri Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dapodik versi 2022 di Kota Mataram. “Kualias data menjadi salah satu hal yang menjadi penentu keberhasilan progam Kemdikbudristek, dan tugas utama LPMP adalah bermitra dengan sekolah dan dinas pendidikan dalam meningkatkan akurasi, pemutakhiran dan kebersinambungan data Dapodik,” tegasnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional