LPMP NTB Inisiasi Rapat Koordinasi Terpadu Tingkatkan Sinergi Program Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2019

Kepala LPMP NTB, Minhajul Ngabidin (enam dari kiri), berfoto bersama Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan, Ir. H. M. Azhar, M.M., Direktur Pembinaan SD, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Dr. Khamim, M.Pd.., beserta Kepala Daerah dan Perwakilan Kepala daerah kabupaten/kota penerima penghargaan atas peran aktifnya dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Terpadu Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat dan Daerah. Dengan mengusung tema meningkatkan sinergitas untuk mewujudkan NTB Gemilang. Kegiatan itu dilaksanakan sejak Senin (18/3) sampai dengan Kamis (21/3). Diikuti oleh kepala Dinas, Korwas, Kepala Sekolah, Organisasi Profesi, Perguruan Tinggi, stakeholder terkait.

Kegiatan itu dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan,  Ir. H. M. Azhar, M.M. Seusai pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Direktur Pembinaan SD, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Khamim, M.Pd.

Iklan

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si., menjelaskan, tujuan dari Rakor itu untuk melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tahun 2018. Juga untuk mensinkronkan program-program kerja terkait penjaminan mutu pendidikan antara pusat dan daerah. “Serta mengkoordinasikan dan mensinergikan program-program penjaminan mutu pendidikan tahun 2019,” ujarnya.

Minhajul menjelaskan, latar belakang adanya kegiatan ini yaitu permasalahan pendidikan sangat kompleks, tidak pernah ada habisnya, dan tidak bisa diatasi secara sepihak, melainkan harus dicari solusi dan penyelesaian secara bersama-sama. Mutu pendidikan adalah inti dan tujuan dari semua kegiatan kebijakan dan pelaksanaan program-program pendidikan, dan upaya meningkatkan mutu menjadi tanggungjawab bersama semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan semua stake holder terkait.

Penanganan Pendidikan dasar dan menengah di tingkat pusat, secara program besarnya terdapat di dua Ditjen terpisah, yaitu Ditjen Dikdasmen dan Ditjen GTK. Di tingkat daerah, seiring dengan UU no. 23/2014, penanganan pendidikan menjadi terpisah kewenangannya, yaitu pendidikan menengah (SMA/SMK) menjadi kewenangan pemerintah provinsi, dan Pendidikan dasar (SD/SMP) menjadi kewenangan Kabupaten/Kota.

“Oleh karenanya diperlukan pensinkronan sehingga sinergitas pelaksanaan pendidikan oleh semua tingkatan pemerintahan, dan semua stakeholder dapat terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik,” jelasnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan,  Ir. H. M. Azhar, M.M., dalam sambutannya menyampaikan, dalam upaya pemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang harus dilakukan adalah terus bersinergi, bekerjasama dengan memberdayakan dan memaksimalkan seluruh potensi dan sumberdaya yang ada.

Di antara berbagai sumberdaya yang ada, maka hal paling mempengaruhi kemajuan pendidikan adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM), dan terutama sekali SDM yang berada di ujung tombak pelaku pendidikan. Pelaku di ujung tombak tersebut terutama adalah guru, kepala sekolah dan  pengawas sekolah.

Oleh karenanya, upaya mewujudkan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang kompeten, profesional dan berkualitas adalah sebuah keharusan. Guru harus terus dilakukan penguatan, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah harus dilakukan penyiapan sebaik-baiknya, melalui proses rekruetmen, seleksi dan pelatihan sebagaimanya mestinya, dan juga terus dilakukan penguatan.

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan terimakasih kepada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat yang telah menginisisasi dilaksanakannya Rapat Koordinasi terpadu ini, semoga dengan Rapat Koordinasi ini akan dapat meningkatkan Sinergitas Antar Pemangku Kepentingan dalam memajukan pendidikan untuk mewujudkan NTB GEMILANG,” ujar Azhar mengutip sambutan Gubernur.

Ada lima isu aktual yang diangkat di Rapat Koordinasi Terpadu itu, yaitu Pemerataan Mutu Pendidikan, Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem penjaminan muru eksternal (SPME), Pemetaan Mutu Pendidikan (Proses dan Pemanfataannya), Kualitas Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, dan Kualitas Guru dan Proses Pembalajaran.

Minhajul menjelaskan secara umum yang ingin dihasilkan melalu Rakor ini adalah tersosialisasikannya Program-program penjaminan mutu pendidikan yang ada di pusat dan daerah untuk dapat disinergikan, terbangunnya komitmen bersama untuk melaksanakan penjaminan mutu pendidikan. Dan, dihasilkannya rancangan kegiatan-kegiatan kemitraan dalam pelaksanakan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.

Dalam kesempatan pembukaan Rakor juga diberikan Penghargaan dari Dirjen Dikdasmen kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada dua apresiasi penghargaan, yaitu Penghargaan kepada pemerintah Daerah atas peran aktifnya dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan. Seluruh pemerintah daerah Provinsi dan Kab Kota memperoleh penghargaan ini.

Selain itu, penghargaan kepada Dinas yang berprestasi terbaik dalam program-program kemitraan dengan LPMP NTB.  Dinas penerima penghargaan ini ada 5, yaitu: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat.

Dilaksanakan juga Peresmian Pondok Literasi dan penyerahan Buku-Buku untuk menunjang Literasi. Pondok Literasi dibangun di SDN 1 Sandik, Lombok Barat. Biaya pembangunan fisik bangunan Pondok atas bantuan dari Forum Komunikasi Sekolah Model Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp. 80 juta, dan pengisian meubelair dan buku-buku serta sarana penunjang literasi dari bantuan LPMP NTB sebesar Rp. 34 juta.

Terdapat juga Pameran Pendidikan yang diikuti oleh LPMP NTB, BPPAUD Dikmas NTB, dan Sekolah-Sekolah Binaan LPMP NTB. Pada pembukaan Rakor juga dilaksanakan pentas siswa Menyanyi, Gendang Beleq, dan tarian oleh siswa-siswa dari sekolah Binaan LPMP NTB dan pemenang Lomba Kesenian dalam rangka perayaan hardiknas tahun 2018.

Rencana tindak lanjut dari Rakor ini yaitu bisa dilaksanakannya kegiatan yang ada di Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota, dan LPMP serta unit lainnya secara sinergis. Juga dilaksanakannya program Kemitraan dalam berbagai kegiatan, teruatam dalam peningkatan kualitas SDM Pendidikan, antara lain penyiapan Calon Kepala Sekolah, Penyiapan Calon Pengawas Sekolah, penguatan kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, pelaksanaan pemetaan mutu, pelaksanaan supervisi terpadu, dan lain-lain. (ron/*)