LPMP NTB Gelar Analisis Hasil Supervisi Mutu Pendidikan

Suasana pembukaan kegiatan Analisis Hasil Supervisi Mutu Pendidikan yang digelar LPMP NTB, mulai Selasa, 8 Juni 2021 sampai dengan Kamis, 10 Juni 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB menggelar kegiatan Analisis Hasil Supervisi Mutu Pendidikan mulai Selasa, 8 Juni 2021 sampai dengan Kamis 10 Juni 2021 di Mataram. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Kegiatan Pengolahan Data Hasil Supervisi Mutu Pendidikan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan tersebut diikuti 64 orang terdiri dari pengawas sekolah jenjang SD sebanyak orang, pengawas sekolah jenjang SMP sebanyak 19 orang, pengawas sekolah jenjang SMA sebanyak 17 orang, dan LPMP Provinsi NTB sebanyak delapan orang.

Iklan

Kepala LPMP Provinsi NTB, Mohamad Mustari, Ph.D., memberikan apresiasi dan atensi kepada seluruh peserta, narasumber yang mengikuti dan memfasilitasi kegiatan analisis hasil supervisi mutu pendidikan. “Rekomendasi dari kegiatan analisis supervisi mutu pendidikan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder terutama oleh pengambil kebijakan untuk tahun berikutnya, baik satuan pendidikan, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan dilakukan Drs. I Made Murta Astawa, M.Pd., yang merupakan Penanggung Jawab Kegiatan mewakili Kepala LPMP Provinsi NTB. Made Murta Astawa mengatakan, dalam rangka untuk memastikan keterlaksanaan proses belajar dari rumah (BDR) selama adaptasi kebiasaan baru pengawas sekolah melakukan supervisi mutu pendidikan kesatuan pendidikan.

“Agar hasil supervisi mutu pendidikan dapat ditindaklanjuti dan menjadi masukan dalam melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka maka perlu dilakukan pengolahan data hasil supervisi mutu pendidikan yang dilanjutkan dengan analisis dan penyusunan rekomendasi,” jelasnya.

Dijelaskannya, analisis data adalah suatu proses atau upaya pengolahan data menjadi sebuah informasi baru agar karakteristik data tersebut menjadi lebih mudah dimengerti dan berguna untuk solusi suatu permasalahan. Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adanya dokumen hasil analisis supervisi mutu pendidikan. “Tersusunnya rekomendasi hasil supervisi mutu pendidikan, dan laporan hasil analisis supervisi mutu pendidikan Provinsi NTB,” jelas Made.

Disela-sela kegiatan, Ketua Panitia, Ahlun Mariani, S.Si., menjelaskan, tujuan dari Kegiatan Analisis Supervisi Mutu Pendidikan adalah menganalisis hasil supervisi mutu pendidikan, menyusun rekomendasi hasil analisis supervisi mutu pendidikan, dan menyusun laporan hasil analisis supervisi mutu pendidikan. Sebelum kegiatan semua narasumber, panitia, dan peserta dilakukan swab antigen. “Pada kegiatan ini protokol kesehatan (prokes) tetap dilaksanakan dengan ketat termasuk penyediaan masker untuk peserta,” ujarnya.

Menurut salah satu Narasumber Kegiatan H. Selamet Riyadi, S.Pd.,M.Pd., analisis hasil supervisi mutu pendidikan ini menyangkut gambaran kriteria hasil supervisi mutu pendidikan, gambaran kesiapan insfrastruktur, potret kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi  pembelajaran, kemampuan dalam perencanaan dan penyelenggaraan pembelajaran dimasa pandemi, gambaran kesiapan siswa dan peran kepala sekolah, guru, orang tua dan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Semoga hasil rekomendasi yang diperoleh dapat memberikan gambaran kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penerapan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran 2021/2022,” harapnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional