LPMP Kawal Program Sekolah Penggerak

Kasubbag Tata Usaha LPMP NTB, Sri Sukriyani (tengah) saat memberikan sambutan pada kegiatan penyusunan bahan supervisi penjaminan mutu pendidikan Provinsi NTB.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB telah menyusun rangkaian kegiatan supervisi untuk mengawal pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP). Khusus di tahun 2021, program supervisi lebih diarahkan untuk mengawal dua program Kemdikbudristek yaitu Program Sekolah Penggerak dan Program Guru Penggerak. Sebagai langkah awal program Supervisi di tahun 2021, LPMP NTB melaksanakan kegiatan penyusunan bahan supervisi penjaminan mutu pendidikan Provinsi NTB.

Kepala LPMP NTB, Mohamad Mustari, Ph.D., mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk menyusun petunjuk pelaksanaan kegiatan beserta bahan dan perangkat pendukungnya yang dapat menjadi acuan penerapan kegiatan supervisi mutu pendidikan. Salah satu produk yang dihasilkan adalah instrumen supervisi untuk memantau kinerja sekolah penggerak dan guru penggerak. “Diharapkan dengan adanya output dari kegiatan ini, kegiatan supervisi di tahun 2021 dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” kata Mustari.

Iklan

Kegiatan yang berlangsung selama dari tanggal Rabu, 25 Agustus 2021 sampai dengan Jumat, 27 Agustus 2021 itu  mengundang 27 orang peserta yang berasal dari unsur LPMP NTB, pengawas sekolah, guru, dan perwakilan dari BP PAUD Dikmas Provinsi NTB. Untuk menghindari penularan Covid-19, kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, di mana peserta diharuskan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Hasil rapid test juga menjadi pra syarat dalam mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula Anggrek LPMP NTB.

Dalam pembukaan kegiatan, Kasubbag Tata Usaha LPMP NTB, Drs. Sri Sukriyani mengajak semua stakeholder pendidikan untuk bahu-membahu menyukseskan program prioritas Kemdikbudristek seperti Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak. Salah satu bentuk partisipasi dalam mendukung program prioritas tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas data dapodik sekolah yang menjadi acuan semua program Kemdikbudristek.

“Instrumen dapodik yang diisi dengan objektif akan melahirkan data yang akurat dan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang  berasal dari unsur widyaprada dan analis mutu pendidikan LPMP NTB. Pola kegiatan lebih didominasi dengan diskusi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD). Ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua kontrak dalam instrumen penilaian Guru Penggerak atau Sekolah Penggerak sudah terakomodir. Selain itu langkah-langkah untuk memvalidasi instrumen juga dirancang untuk memastikan bahwa instrumen yang dihasilkan valid dan reliabel. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional