LPJ Diduga Tidak Sesuai Realisasi, Polres Mataram Usut DD/ADD Dasan Geria

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa saat memimpin pengecekan lapangan proyek fisik Desa Dasan Geria, Lingsar, Lombok Barat, beberapa waktu lalu.(Suara NTB/dok_Kadek Adi)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menyelidiki dugaan penyimpangan DD/ADD Dasan Geria Lingsar, Lombok Barat. Penyelidikannya mengenai pengelolaan tahun anggaran 2019. Sejumlah proyek fisik diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa memimpin tim Unit Tipikor turun langsung ke lokasi proyek fisik tersebut. Tujuannya mengecek realisasi pembangunan yang dilaporkan dengan dugaan kekurangan volume pekerjaan. “Setelah kita cek, panjang spesifikasinya dengan di lapangan berbeda,” ucapnya saat dihubungi Selasa, 14 September 2021.

Iklan

Kasus ini mulai diselidiki setelah penyidik menerima laporan dugaan penyimpangan. Antara lain sejumlah proyek fisik desa. Serta pada kegiatan lain yang anggarannya bersumber DD/ADD. “Ini temuan dari penyidik. Sebelumnya tidak ada temuan (Inspektorat),” jelasnya.

Kadek Adi mengatakan, penyidik sedang mengumpulkan data dan dokumen terkait dengan perencanaan, penggunaan, dan laporan pertanggungjawaban. Selanjutnya akan mengklarifikasi saksi-saksi. “Klarifikasinya nanti kepada pihak-pihak terkait,” ucapnya. Saksi ini yang akan diklarifikasi antara lain perangkat desa mulai dari Kades, Sekdes, Bendahara, Kaur dan Kasi, BPD, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), rekanan, dan pejabat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lombok Barat.

Pada tahun 2019, Desa Dasan Geria mengelola anggaran sebesar Rp1,8 miliar. Rinciannya, ADD sebesar Rp678,25 juta dan DD sebesar Rp1,12 miliar. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional