LPA Ungkap Sejumlah Anak di Lotim Diduga Terlibat Prostitusi

Judan Putrabaya (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyebut saat ini sejumlah anak di Lotim diduga terjerumus dalam perilaku-perilaku menyimpang. Salah satunya diduga terlibat praktik prostitusi. Kejadian ini berdasarkan laporan dan hasil investigasi yang dilakukan oleh LPA di sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Pringgabaya beberapa waktu lalu.

Ketua LPA Lotim, Judan Putrabaya, Kamis, 2 Juli 2020, menyebut, praktik tersebut, sudah lama terjadi dan pihaknya dapat membuktikannya dari hasil investigasi yang sudah dilakukannya. Persoalan inipun sudah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Disebutkannya, lokasi yang kerap dijadikan “jual-beli” tersebut di Rusunawa Labuhan Lombok sebelum dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19 serta tiga rumah di Desa Labuhan Lombok.

Bahkan, kata Judan, anak-anak tersebut yang mendatangi langsung tempat-tempat itu atas pesanan laki-laki hidung belang dengan difasilitasi oleh seorang mucikari perempuan. Ironisnya, dari beberapa kali pemantauan dan investigasi yang dilakukan, anak-anak yang diduga terlibat prostitusi ini tak jarang menggunakan seragam sekolahnya masing-masing.

 “Kita juga pernah mendapati anak-anak datang ke tempat itu menggunakan seragam sekolahnya,” ungkapnya.

Adapun dari informasi yang didapatkannya, anak-anak yang diduga terlibat itu sebagian besar orang tuanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Artinya, pengawasan keluarga dan orang tua cukup lemah sehingga berdampak terhadap perilaku menyimpang anak.

“Anak bisa jadi pelaku maupun korban. Namun dari sudut pandang kita di LPA, mereka tetap korban. Terutama korban kasih sayang dan pengawasan orang tua atau keluarga,” jelasnya. (yon)