LPA Minta Orangtua Tingkatkan Pengawasan Terhadap Anak

Praya (suarantb.com) – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak berusia empat tahun oleh pelaku berusia delapan tahun di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah pada Minggu 3 Juli 2016 lalu membuat prihatin banyak pihak.  Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Tengah (Loteng) meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Pasalnya kejadian tersebut juga terjadi menjelang peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di Kota Mataram. Anggota  LPA Loteng, Masnim yang mendampingi korban dugaan pencabulan tersebut menilai fenomena dugaan pencabulan yang disertai beredarnya video pencabulan tersebut dikarenakan kurangnya pengawasan dari orangtua.

“Ketika anak-anak diam di dalam kamar, mereka tahunya anaknya tidak keluar rumah. Tetapi mereka tidak tahu bahwa di dalam kamar, anak mereka juga dapat menjelajah konten-konten negatif melalui smartphone,” ujar Masnim, Jumat 22 Juli 2016.

Masnim mengimbau agar orangtua lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Sementara terkait kasus pencabulan terhadap anak dan wanita, menurut Masnim permasalahannya ada pada kemiskinan.

“Yang menjadi permasalahan utamanya adalah kemiskinan, banyak terjadi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tidak terlepas dari faktor kemiskinan,” ujarnya.

Masnim juga meminta  agar masyarakat tidak sungkan dalam melapor kasus yang berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap anak dan wanita.  Karena menurut Masnim semakin banyak yang melapor maka akan menjadi pemicu agar masyarakat lain tidak malu dalam melaporkan kasus pelecehan seksual.

LPA Loteng, kata Masnim tidak hanya mendampingi korban dugaan pemerkosaan. Akan tetapi bagaimana juga memberikan perlindungan terhadap pelaku dari dugaan pemerkosaan itu sendiri. Karena status pelaku adalah anak di bawah umur. “Anak-anak ini adalah anak-anak kita semua, bukan merekanya yang salah, akan tetapi peran kita sebagai orangtua itu yang terpenting,” jelasnya. (szr)