LP Ma’arif NU Adakan Seminar Cegah Radikalisme

Mataram (suarantb.com) – Terdorong oleh keprihatinan akan situasi masyarakat saat ini, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU mengadakan seminar yang bertajuk “Mendukung Pemerintah dalam Kontra Radikal dan Deradikalisasi Demi Keutuhan NKRI”, Selasa, 30 November 2016. Bertempat di Asrama Haji NTB, seminar ini dihadiri mahasiswa, pimpinan pondok pesantren, organisasi pemuda Islam dan lembaga dakwah kampus.

“Berangkat dari keprihatinan tentang kondisi negara, yang nampaknya ada ancaman diintegrasi. Karena perbedaan penafsiran akan ajaran keagamaan. LP Ma’arif sebagai salah satu basic pendidikan NU ingin berkontribusi dalam mengantisipasi merebaknya radikalisme di NTB,” jelas Ketua LP Ma’arif Provinsi NTB, Lukman Hakim, M Pd.

Iklan

Dijelaskan Lukman, seminar ini menghadirkan ahli seperti pihak Polda NTB yang diwakili oleh Dirbinmas Polda NTB, AKBP Benny Basir Warmansyah, Gubernur NTB yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Ir Aminullah M. Si dan Ketua PWNU NTB, TGH Achmad Taqiuddin Mansyur. Tak lupa pula mengundang Ali Imron yang merupakan mantan pelaku terorisme yang sekarang tengah menjalani hukuman.

“Atas bantuan dari Mabes kita bisa menghadirkan Ali Imron, yang sekarang sudah berbalik menyatakan dukungan terhadap NKRI. Dia bisa menjadi pembelajaran bagi saudara-saudara kita yang punya potensi untuk ke arah radikalisme,” paparnya.

AKBP Benny Basir Warmansyah yang ditemui usai mengisi seminar tersebut mengemukakan harapannya agar tokoh masyarakat Islam bisa membantu dalam mengubah pola pikir masyarakat. Terkait dengan situasi yang melanda saat ini.

“Dengan adanya kegiatan ini masyarakat beserta alim ulama bersama-sama dengan Polri membantu mengubah mindset masyarakatnya. Sehingga mendukung kita, bukan sebaliknya,” ucapnya.

Begitu pula dengan TGH Achmad Taqiuddin Mansyur yang sangat mendukung acara ini. Bahkan ia menyarankan agar kegiatan serupa sering-sering dilaksanakan.

  Antisipasi Teror, Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat

“Saya kira walaupun NTB termasuk daerah NU, daerah masyarakat yang moderat. Bukan berarti tidak ada elemen-elemen (radikalisme) itu. Biasanya itu justru banyak dan itu biasanya lebih menonjol dan lebih keras. Makanya harus sering ngadakan yang seperti ini,” pungkasnya.

Diadakannya seminar ini, memang diakui Lukman diharapkan bisa mencegah terjadinya kegiatan yang berbau radikalisme terutama yang dilakukan oleh mahasiswa. Karena sebagian besar yang hadir memang berasal dari kalangan mahasiswa.

“Disini kita sharing pemahaman tentang pentingnya menjalin harmonisasi di Indonesia. Sekaligus secara preventif berkontribusi mencegah kegiatan-kegiatan yang berbau radikalisme,” ucapnya.

Pada akhir seminar, dihasilkan sebuah deklarasi yang disebut Deklarasi Bumi Gora. Yang pada intinya berisi tentang penolakan terhadap berbagai aksi radikalisme dan kembali pada nilai-nilai kebangsaan yang cinta damai. (ros/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here