Lowongan Tenaga Dokter RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Tak Ada Peminat

Ilustrasi tenaga medis.(ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB membuka lowongan untuk tenaga dokter dan perawat yang akan ditugaskan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Asrama Haji NTB. Dari enam lowongan untuk tenaga dokter, tak ada satupun yang mendaftar. Sedangkan untuk tenaga perawat, sebanyak 55 orang yang mendaftar dari kebutuhan sebanyak 25 orang.

Untuk perawat semuanya terisi. Tenaga dokter yang tak ada melamar. Kita butuh enam orang untuk dokter di Rumah Sakit Darurat Asrama Haji. Tapi rupanya dokternya belum tertarik, kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Samsul Bukhari dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 2 Juni 2020.

Iklan

Samsul menyebutkan, jumlah pelamar sebanyak 55 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 43 orang yang datang untuk mengikuti tes wawancara. Sedangkan 12 pelamar tidak hadir tes wawancara. Setelah dilakukan perangkingan sesuai hasil seleksi, sebanyak 25 orang perawat yang diterima sebagai tenaga kontrak selama tiga bulan yakni Juni, Juli dan Agustus.

Dari jumlah pelamar sebanyak itu sebenarnya banyak yang memenuhi syarat tapi kita hanya ambil 25 orang. Rata-rata dia orang Lombok tetapi dia kuliah di Yogyakarta, Surabaya, Solo, jelasnya.
Setelah rekrutmen tahap I ini, Samsul mengatakan akan dibuka lagi rekrutmen tenaga kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Asrama Haji NTB.

Selain itu, Pemprov juga berencana membuka rekrutmen tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di RSUD NTB. Ada rencana juga untuk rumah sakit umum. Tapi sedang kita godok, terangnya.
Wabah Covid-19 yang terjadi di NTB bukan saja menjangkiti masyarakat, tetapi juga tenaga kesehatan. Sehingga Pemda kekurangan tenaga kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat, jumlah tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 hingga pekan kemarin sebanyak 67 orang.
Dari jumlah itu, tiga orang sudah sembuh dan 64 orang masih dirawat. Sebanyak 67 tenaga kesehatan yang terjangkit virus Corona sebanyak 35 orang di Rumah Sakit 1, 3 orang di Rumah Sakit 2, 23 orang di RSUD 3, 1 orang di Puskesmas 1, 1 orang di RSUD 4, 1 orang di RSUD 5 dan 3 orang di Rumah Sakit 6.

Tiga tenaga kesehatan yang sudah dinyatakan sembuh yakni mereka yang bertugas di Rumah Sakit 2. Sebanyak 67 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut terdiri dari dokter dan dokter gigi 8 orang, paramedis 54 orang, ahli gizi 1 orang, apoteker/farmasi 3 orang dan radiologi 1 orang. Sebelumnya, Pemprov juga mendapatkan kiriman 19 tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membantu penanganan Covid-19 di NTB. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here