Low Season, Wisata Lotim Tetap Ramai

Kunjungan wisatawan ke Tetebatu Kamis, 25 April 2019 (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Kunjungan wisatawan asing ke sejumlah objek wisata di Lombok Timur (Lotim) cukup ramai. Meskipun April ini masuk kategori low season atau musim lesunya kunjungan wisata. Salah satunya terlihat di Desa Tetebatu Kecamatan Sikur.

Disampaikan Ketua Asosiasi Homestay Lotim, Bram Ramli kepada Suara NTB, Kamis (25/4) kemarin, kunjungan wisatawan ke Tetebatu sebulan terakhir ini tercatat sebanyak 450 orang. Yakni dominasi wisatawan Eropa, Jerman, Belanda dan Prancis. High season sendiri masuk Bulan Juni, Juli dan Agustus. Selama musim ramai, kunjungan ke Tetebatu dari para wisatawan asing ini mencapai 900 orang rata-rata perbulan. “Itu data se Tetebatu,” terang Bram Ramli menegaskan.

Iklan

Wisatawan Eropa saat ini menggemari paket wisata yang dikemas para pelaku wisata di Tetebatu dan sekitarnya.  Tema paket wisata tahun ini adalah Kampung Homestay Experience Authentic Village Life in Tetebatu. “Pengalaman Luar Biasa Kehidupan Masyarakat Pedesaan Tetebatu,” ungkapnya.

Bram dan teman teman di kampung wisata ini menginisiasi kegiatan dengan berbagai kemasan produk wisata alam. Wisatawan diajak membuat pengalaman sendiri yang  mengesankan bersama dengan warga sekitar. Paket wisata kampung ini kemudian ditawarkan ke wisatawan dan Travel Agent. Kegiatan ini dikemas para pelaku ini katanya mampu menghasilkan nilai tambah bagi Pengusaha Homestay dan Pemandu wisata Lokal di Kampung.

Menurut Bram, pengemasan paket wisata Experience Authentic Village ini adalah salah satu strategi ampuh mendatangkan wisatawan.  “Ini adalah cara ampuh dan ini riil bisa ditemukan setiap saat di Tetebatu,” ucapnya. Wisatawan yang datang berkunjung ini membuat Tetebatu katanya akan menjadi lebih unggul dalam branding. Para wisatawan asing ini juga belakangan sangat gemari budaya sekitar.

Wisatawan bisa merasakan sendiri menjadi orang Sasak. Dalam paket wisata yang disuguhkan diyakinkan ada nilai tambah yang bisa diterima oleh para pelaku wisata. Seperti aktivitas ngerampek padi, mandi di air terjun, jalan di tengah sawah, bermain permainan tradisional bersama anak anak dan lainnya. (rus)