Lotim PPKM Level 1

H. M. Juaini Taofik (Suara NTB/rus)

BERDASARKAN hasil asesmen status Corona Virus Disease (Covid-19) per tanggal 9 Oktober lalu, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Lombok Timur (Lotim) berada pada level 1. Terlihat mulai dari tingkat  testing, tracing, treatment dan kapasitas respons Lotim dinilai  memadai.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, H. M. Juaini Taofik saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 11 Oktober 2021,mengatakan selama pemberlakuan PPKM, setiap daerah terus dipantau tingkat pengendalian Covid-19.

Iklan

Sekda menjelaskan, PPKM level 1  merupakan level paling aman. Hal ini dilihat dari dua indikator utama, yakni transmisi lokal dan respons kapasitasnya. Transmisi lokal Lotim sebenarnya beberapa bulan sudah berada pada level 1, namun di indikator kapasitas, respons yang belum.  Khususnya di tracing kontak masih sedang.

“Alhamdulillah per periode 9 Oktober di mana tracing contact  untuk seorang kasus terkonfirmasi mencapai 15 orang menunjukkan tracing contact memadai,” terang Sekda. Kondisi inilah yang mengantarkan Lotim masuk ke Level 1.

Namun demikian, sambung Sekda, masyarakat Lotim diimbau agar tidak boleh lengah. Sekretaris Satuan tugas (Stagas) Penanganan Covid dan Ketua Satgas Vaksinasi ini mengatakan selama masa pandemi berlangsung, protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi tetap digencarkan.

Sementara itu, jumlah kasus terpapar Covid-19 sampai tanggal 11 Oktober 2021 kemarin tersisa 5 kasus masih terisolasi. Sejak awal ditemukan kasus, jumlah warga Lotim yang kena Covid sebanyak 3.057 orang. Sebanyak 3.004 orang dinyatakan sembuh dan 48 orang meninggal dunia.

Adapun lima orang yang masih terisolasi ini berasal dari Desa Aikmel Timur Kecamatan Aikmel, Pengadangan Kecamatan Pringgasela, Senanggalih Kecamatan Sembalun, Suragala kecamatan Suralaga dan Kelayu Jorong Kecamatan Selong. (rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional