Lotim Penyumbang Kedua Nasional Pengirim Naker ke Luar Negeri

Ratusan calon PMI di Kabupaten Lombok Timur yang diseleksi untuk pengiriman bekerja ke Malaysia.(Suara NTB/bul)

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah kedua di Indonesia sebagai pengirim tenaga kerja ke luar negeri. Hampir seluruhnya adalah tenaga kerja non skill.

Hal ini dikemukakan Kepala Bidang PPTK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Timur, Moh. Hirsan, S. AP saat mendampingi salah FGV, perusahaan perkebunan asal Malaysia melakukan sosialisasi dan rekrutmen calon tenaga kerja luar negeri (Pekerja Migrant Indonesia/PMI) di aula Dinas Nakertrans Kabupaten Lombok Timur, Jumat, 31 Januari 2020.

Iklan

Pada kesempatan ini, hadir ratusan keluarga calon PMI mendapat pengarahan, dan tiga Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) di NTB. Hirsan mengatakan, sebelum Lombok Timur, Kabupaten Indramayu Jawa Timur sebagai penyumbang terbesar tenaga kerja ke luar negeri di Indonesia.

“Hal ini berdasarkan evaluasi dari BP3TKI, baru-baru ini ada pertemuan. Secara otomatis, di NTB kita (Lombok Timur) sebagai peringkat satu pengirim TKI keluar negeri,” jelas Hirsan.

Berdasarkan angka pengiriman, pada tahun 2018 lalu, Kabupaten Lombok Timur mengirim sebanyak 11.541 PMI. Kemudian pada tahun 2019 naik menjadi 15.285 PMI. 80 persen negara tujuan penempatan ke Malaysia. Sisanya ke Singapura, Brunei Darussalam Taiwan dan Hongkong.

Lombok Timur adalah lumbung PMI terbesar kedua di Indonesia. Karena itu, diharapkan pejabat FGV dan PPTKIS, mewakili pemerintah daerah meminta kepada perusahaan untuk memastikan para PMI yang dipekerjakan secara manusiawi.

Hal ini ia sampaikan karena banyaknya keluhan PMI yang diperlakukan tidak layak setelah di lokasi penempatan. Selain itu, juga tidak sedikit laporan yang diterima pemerintah daerah soal pekerjaan yang dijanjikan kepada calon PMI sebelum berangkat, tidak sesuai dengan fakta di lokasi penempatan di luar negeri.

“Jangan sampai karena tidak sesuai dengan janji-janjinya saat melakukan rekrutmen, PMI kabur mencari pekerjaan di tempat lain. Sehingga hilang hak-hak perlindungan yang seharusnya melekat pada PMI,” jelas Hirsan.

Saat perekrutan, perusahaan memberikan janji bekerja di ladang sawit. Sampai di penempatan, justru dipekerjakan di bangunan. Jangan sampai hal ini terjadi, pesannya.

Kepada para sponsor yang melakukan rerutmen di lapangan, Hirsan juga mengingatkan agar sponsor tidak tergiur dengan tawaran agen yang  mengiming-imingi bekerja di timur tengah. Sebab sampai saat ini pemerintah masih memoratorium pengiriman ke sana.

Dipihak lain, Zarif Zainul, Ketua Jabatan Tenaga Kerja & Hal Ehwal Peneroka Felda Global Ventures (FGV) Holdings Berhad menegaskan kepada pemda soal jaminan perusahaan kepada para PMI, terutama PMI Lombok.

Menurutnya, para PMI dipastikan akan mendapat fasilitas dan layanan yang beda. Untuk memastikan jaminan tersebut, FGV membuka kantor cabang di Lombok, serta menjadwalkan perusahaan pengirim PMI ke ladang FGV untuk datang langsung ke Malaysia. Fasilitaspun ditanggung.

“Setiap bulan PPTKIS boleh ziarah langsung cek ke ladang. Bagaimana saudara-saudara kita bekerja dan mendapatkan jaminan haknya,” demikian Zarif. (bul)