Lotim Masih Kekurangan Tenaga Apoteker di Puskesmas

Ulil Amri.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Keberadaan apoteker di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) menjadi salah satu hal terpenting yang harus dipenuhi. Namun pada kenyataan, di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih kekurangan puluhan tenaga apoteker di puskesmas.

“Jumlah tenaga apoteker yang berada di bawah naungan Dikes Lotim sampai saat ini sekira 20 orang dari 34 puskesmas di Lotim,” terang Sekretaris Dikes Lotim, Ulil Amri, Rabu, 5 Februari 2020.

Iklan

Menurutnya, kekurangan tersebut disebabkan dari sisi jumlah perguruan tinggi (PT) yang mencetak tenaga apoteker hanya terdapat di luar daerah atau belum ada di NTB. Akan tetapi diprediksi untuk satu atau dua tahun ke depan tenaga apoteker tercukupi menyusul dibukanya Jurusan Apoteker di Universitas Mataram, Universitas Hamzanwadi, dan Universitas Nahdlatul Ulama.

Ditegaskan Ulil Amri, dari kekurangan apoteker ini. Maka dalam aturan yang bersangkutan dipersilakan untuk bekerja di dua tempat. Hanya saja statusnya di dua tempat itu harus berbeda. Misalnya, apabila menjadi apoteker di puskesmas, maka di apotik itu sebagai penanggung jawab. “Begitu pun sebaliknya,” jelasnya.

Keberadaan apoteker sendiri sangat penting, mulai dari perencanaan obat hingga edukasi penggunaan obat. Dikes saat ini membuat suatu program supaya apoteker dapat kontak langsung ke masyarakat dengan memperbanyak turun ke lapangan, kaitannya dengan mengawasi keamanan pangan, seperti ke pasar untuk memastikan makanan-makan terbebas dari formalin, borak dan zat-zat berbahaya lainnya. (yon)