Lotim Krisis Kepala SD

Achmad Dewanto Hadi (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalami krisis kepala sekolah (kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD). Krisis disebabkan jumlah pensiun dengan calon kepsek yang sudah melalui tahapan pendidikan dan pelatihan (diklat) ini tidak seimbang. Data tahun 2021 ini ada 53 orang yang pensiun. Sedangkan kemampuan mencetak kepsek baru melalui diklat Calon Kepala Sekolah (Cakep) ini hanya 35 orang.

“Begitu selesai diklat, langsung dapat job, dapat tempat langsung kami lantik (menjadi kepsek),” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Achmad Dewanto Hadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Sama dengan tahun 2020, kata Dedi, panggilan akrab Kadis Dikbud Lotim ini sebanyak 42 orang juga langsung dilantik usai Diklat Cakep. Dikbud Lotim merencanakan setiap tahun akan menggelat Diklat Cakep. Perkiraannya, tiga tahun ke depan baru bisa seimbang.

Dedi menerangkan, Diklat Cakep ini sekarang menjadi satu-satunya syarat menjadi calon kepsek. Sebelumnya, kepsek ini bisa diangkat dari guru yang sudah memiliki sertifikat program penguatan kapasitas sebagai kepala sekolah. Sementara saat ini, jumlah guru yang memiliki sertifikat pogram penguatan kepsek ini sudah terangkat semua.

Terakhir program penguatan kepsek ini digelar tahun 2020. “Sebanyak 400 kepsek sudah mengikuti program penguatan tersebut dan sudah diangkat menjadi kepsek,” sebut Dedi. Diketahui, jumlah SD se Kabupaten Lotim 733 se Kabupaten Lotim. Keterbatasan jumlah guru yang menjadi calon kepsek ini membuat banyak sekolah yang terpaksa dipimpin oleh pelaksana tugas (plt).

Dedi tidak menampik masih ada kesan guru enggan menjadi kepsek. “Ada kesan memang kurang minat,” sambungnya. Ada juga yang memang karena guru tidak lolos tidak ikut seleksi.  Menjadi Cakep ini ada tahapannya. Antara lain, minimal sudah mengantongi pangkat kepegawaian III C.

Ada proses tes substantif namanya dan ini banyak yang tidak lulus. Setelah syarat-syarat tersebut ada, baru kemudian tahapan selanjutnya bisa lanjut. Pihaknya mendorong para guru muda untuk tampil. Hal ini terlihat dari sisi basis pengetahuan para guru muda sudah cukup bagus.  Guru-guru muda ini juga kreatif dan inovatif. Diyakini dalam waktu tiga tahun ke depan, Lotim sudah tidak lagi akan mengalami krisis kepsek. (rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional