Lotim Kembali Buka Pasar Ternak

Aktivitas di Pasar Ternak Masbagik di hari pertama dibuka, Senin, 15 Juni 2020. Para perternak merasa bersyukur dapat bertransaksi setelah tiga bulan distop pemkab karena kekhawatiran penularan covid-19.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Hari pertama setelah ditutup tiga bulan lamanya, Senin, 15 Juni 2020, pasar Ternak Masbagik diserbu ribuan peternak. Pembukaan pasar ternak ini disambut gembira para peternak. Setelah tiga bulan lamanya mengais karena perputaran roda bisnis peternakan ini stagnan, kini gairah para peternak sudah kembali.

“Peternak sekarang sudah mulai bergairah,” ucap Udin, salah satu peternak yang datang membawa ternaknya ke pasar Ternak Masbagik. Kondisi ini dibenarkan oleh Ketua Persatuan Jagal Lotim, H. Muisul Siddiq yang turut menyambut gembira pembukaan pasar ternak Masbagik. Dikatakan, sudah cukup lama peternak menangis karena tidak bisa memasarkan ternaknya. Tiga bulan terakhir ini, peternak bingung menjual ternaknya kemana.

Iklan

“Kita kasian kepada peternak ini,” ucapnya. Bagi para jagal sendiri dinilai mau ditutup atau dibuka sejatinya tidaklah ada masalah. Ternak yang akan dipotong ini diyakini tetap ada. H. Muisul sendiri setiap hari bisa memotong 2-3 ekor. Peternak sendiri katanya datang membawa ternaknya.

Bicara soal harga, hasil kesepakatan dengan para jagal untuk sapi jenis simental dan sejenisnya dihargakan Rp55 ribu/kg berat hidup. Sedangakn sapi ras Bali lebih murah, yakni Rp52 ribu/kg berat hidup. Saat ini, sambungnya, peternak mulai bangkit gairahnya untuk beternak.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Peternakan (PUP) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, drh. Suryatman Wahyudi menyebut, jumlah orang yang datang sekitar 1.500 orang dengan jumlah ternak sebanyak 1.150 ekor.

Diakui drh Yudi, sudah cukup lama pasar ternak terbesar di NTB ini tutup karena wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Pembukaan hari pertama ini dinilai cukup banyak yang datang. Pihak Disnakeswan sendiri sudah mensosialisasikan pembukaan pasar ternak kembali itu ke seluruh kelompok-kelompok tani ternak.

Kepada seluruh pengunjung dan peternak diwajibkan menaati protokol kesehatan. Sebelum masuk, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Bagi yang suhu tubuhnya lebih dari standar normal, tidak dipersilakan masuki kawasan pasar.

Seluruh pengunjung diwajibkan menggunakan masker. Meski demikian, terlihat masih banyak yang tidak menggunakan masker. Disnakeswan sendiri menyediakan 1.000 masker untuk dibagi-bagikan kepada seluruh pengunjung yang tidak menggunakan masker.

Pasar ternak Masbagik ini pun sudah dilengkapi dengan fasilitas tempat cuci tangan. Petugas pasar setiap saat menyiarkan imbauannya melalui pengeras suara agar seluruh pengunjung pasar ini memperhatikan standarisasi mengindari paparan Covid-19. Rajin cuci tangan dan tetap jaga jarak setiap transaksi. “Jaga jarak minimal 1-2 meter,” ucapnya.

Dimulainya aktivitas di pasar ternak ini memastikan petugas pasar bisa memulai penarikan retribusi. Penjelasan Kepala Pasar Ternak Masbagik, Ismail Marzuki, penarikan retribusi tetap mengacu pada aturan yang berlaku ”Sesuai Perda, retribusi masuk pasar ternak Rp1.000 per orang dan timbangan Rp2.500 per ekor,” terangnya.

Pasar ternak Masbagik ini sebutnya sebenarnya sudah cukup lengkap fasilitasnya. Termasuk timbangan digital untuk transaksi. Hanya saja, timbangan digital ini tidak ada yang mau menggunakannya. Para peternak dengan pembelinya ini sebagian besar memilih untuk menggunakan timbangan manual. (rus)