Lotim Buru Imbas KEK Mandalika

Kepala Bappeda Lotim,  Achmad Dewanto Hadi (Suara NTBdok)

Selong (Suara NTB) – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah diketahui menjadi satu dari dua KEK yang telah ditetapkan pemerintah pusat, yakni Toba dan Borobudur. KEK Mandalika saat ini sedang dibangun berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur. Termasuk nanti akan dibangun sirkuit MotoGP.

Kabupaten Lombok Timur (Lotim), khususnya dua wilayah di Lotim bagian selatan, menurut Kepala Bappeda Lotim Achmad Dewanto Hadi, Kecamatan Jerowaru dan Keruak merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan KEK Mandalika. Sejauh ini, pembangunan infrastruktur terlihat masih fokus ke arah barat. Harapannya, imbas ke wilayah Lotim juga menjadi perhatian. Di mana, Lotim merupakan daerah penopang.

Iklan

“Kita akan memburu imbas KEK itu,” ujarnya pada Suara NTB, Kamis,  9 Mei 2019.

Pihaknya yakin tidak hanya kawasan Mandalika yang menjadi perhatian. Daerah-daerah penopang seperti Lotim pun pasti akan kena imbas positif. Apalagi wilayah Lotim bagian selatan ini, banyak akses jalan yang menuju KEK langsung. Karena itu, sebut  Dewanto Hadi, dalam setiap momentum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selalu ditekankan agar adanya pembangunan akses jalan yang memadai dari KEK Mandalika menuju Keruak-Jerowaru Lombok Timur.

“Dalam berbagai even Musrenbang, kita tawarkan juga, jalan KEK Mandalika Lotim, kita dorong terus untuk segera dibangun,” ungkapnya.

Selain itu, ujarnya, dalam pembangunan kawasan tidak mungkin hanya berkutat di lingkungan KEK Mandalika itu saja yang dibangun. Tinggal peranan jajaran pemerintah daerah di lingkup Kabupaten Lotim yang kemudian harus menyikapinya dengan menangkap peluang untuk mendapatkan imbas pembangunan KEK.

“Kita harus tangkap peluang, seperti ruas jalan kabupaten menuju KEK juga cukup banyak, nanti kita akan coba buka,” urainya.

Salah satu upaya yang dilakukan ke depan, sambung Dewanto Hadi, tahun depan akan diusulkan bagaimana respons Lotim terhadap KEK Mandalika yang riil untuk wilayah Lotim bagian selatan. Apa saja yang akan menjadi fokus kegiatan pembangunannya. Mungkin bisa dengan meningkatkan kualitas akses jalan menuju KEK atau penataan kawasan wisata wilayah selatan dan sekitarnya yang notabenenya merupakan wilayah dengan kawasan wisata potensial.

Khusus wilayah Keruak dan Jerowaru, Bupati Lombok Timur (Lotim) H. M. Sukiman Azmy menginginkan dijadikan sebagai KEK. Dalam mendukung keinginan bupati ini, secara regulasi sudah ada. Apalagi tujuan dari dibentuknya KEK itu adalah untuk mendorong percepatan pertumbuhan daerah, utamanya perkembangan ekonomi kawasan.

“Sesungguhnya dari sisi regulasi, yakni Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW)yang sekarang sedang tahap revisi sudah diakomodir keinginan bupati. Hanya saja nomenklaturnya berbeda.

Di mana, dalam nomenklatur dalam Perda, Keruak dan Jerowaru merupakan kawasan stategis kabupaten. Dilihat dari definisi kawasan, sudah sangat mirip dengan yang dimaksud bupati.  Yakni, kawasan yang dikembangkan berdasarkan keunggulan kompetitif dan komparatif yang ada di kawasan itu. Sektornya dominasi pariwisata, kelautan dan perikanan serta pertanian.

Mengenai Kawasan Labuhan Haji sendiri memang ada sedikit perbeda. Labuhan Haji masuk kawasan perkotaan, yakni Labuhan haji dan Masbagik bagian selatan. Meskipun Selong sebagai ibukota, namun juga terus didorong menggerakkan fungsi-fungsi ekonomi. Terlebih dengan adanya pelabuhan di Labuhan Haji.  (rus)