Lotim Bentuk Bale Mediasi

Wabup Lotim H. Rumaksi Sjamsuddin saat meresmikan Bale Mediasi, Kamis, 6 Februari 2020. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Kamis, 6 Februari 2020, Lombok Timur (Lotim) resmi membentuk Bale Mediasi. Lembaga yang merupakan perwujudan kearifan lokal ini diniatkan sebagai tempat musyawarah mufakat di daerah dalam mengatasi sejumlah konflik.

“Bale mediasi ini kita harapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat untuk penyelesaian konflik,” ungkap Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sjamsuddin dalam sambutannya.

Iklan

Pada kesempatan ini, wabup juga mengingatkan pengurus Bale Mediasi bekerja secara sungguh-sungguh dam tak sekadar formalitas. Sangat diharapkan para pengurus bisa memenuhi ekspektasi masyarakat, yakni tidak sekadar dikukuhkan lalu hilang. Apalagi, ujarnya, sudah cukup banyak pengaduan masyarakat yang masuk dan perlu direspons cepat.

Kehadiran bale mediasi diminta benar-benar bisa dirasakan di tengah-tengah masyarakat. Salah satu contoh kasus, sebutnya klaim harga jual tanah di lokasi mata Air Ambung lokasi pengambilan sumber air PDAM dengan luas hanya 20 are diminta seharga Rp 54 miliar. Hal ini bisa menjadi salah satu yang bisa diselesaikan melalui proses mediasi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri),NTB, Mohammad Rum menyampaikan prinsip musyawarah sesungguhnya bukan sekadar kearifan bangsa, melainkan tuntunan dalam Islam. Ia berharap keberadaan Bale Mediasi Lombok Timur ke depan mendorong terbentuknya Bale Mediasi hingga ke tingkat desa dan dapat menekan potensi konflik.

Bale Mediasi ini diharapkan menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap penyelesaian konflik dengan win-win solution, tidak ada pihak yang merasa kalah, di tengah munculnya sejumlah konflik saat ini.  (rus)