Lotim Anggarkan Rp 12 Miliar Bangun Kawasan Wisata Labuhan Haji

Selong (Suara NTB) – Pembangunan Kawasan Wisata Bahari Labuhan Haji berlanjut. Setelah sebelumnya berhasil membebaskan lahan seluas 7,2 hektar dan mulai dilakukan penalutan dan penimbunan tanah dengan anggaran Rp 2,5 miliar, pada tahun 2018 ini Wahana Bahari Labuhan Haji ini kembali dianggarkan sebesar Rp 12 miliar.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur (Lotim), Drs. Moh. Juhad kepada Suara NTB, Jumat, 5 Januari 2018. Menurutnya, pada tahap lanjutan di tahun ke dua ini anggaran lebih besar  karena langsung membangun sarana wisata pendukung, seperti tempat buang air. Ada juga sudah mulai dibangun wahana permainan dengan anggaran Rp 12 miliar.

Iklan

Wahana permainan ini diharapkan pada tahun 2019 mendatang sudah bisa langsung beroperasi seiring dengan upaya penambahan terus wahana-wahana permainan agar semakin mempercantik kawasan wisata Labuhan Haji.

Untuk bisa tuntas, ujarnya, belum bisa. Dalam hal ini, perencanaan pembangunan kawasan Labuhan Haji akan bisa rampung setelah menelan dana sebesar Rp 45 miliar. Terkait hal ini, pemerintah daerah akan melakukan penganggaran secara bertahap.  Pasalnya, destinasi wisata lainnya juga membutuhkan untuk dilakukan penataan.

Selain Labuhan Haji, Dispar Lotim juga menyentuh Gili Kondo. Kawasan Gili Kondo ini diketahui sudah lama tidak ada pengelola. Tahun ini, harapnya bisa dikelola dengan baik. Rencana awalnya di Gili Kondo akan dibangunkan tempat buang air kecil.

Fasilitas kamar mandi dan buang hajat ini dinilai sangat penting. Pasalnya, para pengunjung selama ini buang air besar sembarangan. Hal itu merusak sapta pesona objek wisata. “Para wisatawan, asing dan mancanegara buang air besar sembarangan, sehingga hal ini perlu dipikirkan,” paparnya.

Tidak saja Kondo, objek wisata lain yang sudah banyak dikunjungii wisatawan jua menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Lotim. Semua destinasi wisata Lotim tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancaneggara.

  Sengketa Labuhan Haji, Gugatan Pemkab Lotim Tidak Diterima

Tidak ditampik, kondisi MCK misalnya yang sudah-sudah dibangun sebelumnya ini selalu yang membuat disalahkan. Padahal MCK yang ada tidak terpelihara dengan baik. Untuk itu, rencana pemeliharaan akan diserahkan sepenuhnya kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di kawasan tersebut. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here