Lotim Aktifkan Pos Pemadam Kebakaran Kecamatan

Personel pemadam kebakaran dari BPBD Lotim dibantu masyarakat berjibaku memadamkan api yang membakar TPS dan oven tembakau di Kecamatan Keruak dan Jerowaru, Jumat, 23 Oktober 2020.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini mewanti-wanti terjadinya kebakaran. Pasalnya, cuaca yang kian tidak menentu terkadang hujan dan panas membuat masyarakat lalai atas aktivitasnya. Menyikapi hal ini, BPBD Lotim mengaktifkan pos pemadam kebakaran di masing-masing kecamatan.

Diaktifkannya pos pemadam kebakaran ini karena belakangan ini terjadi kebakaran di beberapa titik. Misalnya pada, Jumat (23/10) kebakaran terjadi di  tempat pembuangan sampah di Desa Tutuq Kecamatan Jerowaru. Penyebab kebakaran belum diketahui meskipun laporan masuk pukul 11:45 wita dan api dapat dipadamkan pukul 12:15 wita.

Iklan

Di hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Dusun Embung Dalem Desa Sukadamai Kecamatan Jerowaru milik H. Lalu Hartawan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10:30 wita dan api dapat dipadamkan 11:05 wita. Dari peristiwa ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp25.000.000.

“Pemadaman lokasi dengan mengerahkan 1 unit mobil pemadam kebakaran pos B Keruak dengan personel 6 orang anggota,”terang Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Lotim, Iwan Setiawan, Jumat (23/10).

Melihat potensi terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Lotim, kata dia, maka telah diaktifkan pos pemadam kebakaran di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Terara, Keruak, Pringgabaya, dan Sambelia. Sementara tinggal pos pemadam kebakaran di Kecamatan Sembalun  yang belum aktif karena masih kurangnya armada dan personel untuk ditempatkan di dua pos tersebut.

Menurutnya, sangat penting untuk aktifasi dua pos pemadam kebakaran tersebut untuk memenuhi SOP 15 menit sampai lokasi terjadinya kebakaran serta memudahkan koordinasi dan penanganan bencana lainnya. (yon)