Lotim akan Kirim Perawat ke Jepang

Bupati Lotim, M. Sukiman Azmy.,MM menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Amanat Negeri Sakura (ANS) bertempat di Pendopo Bupati  Lotim, Senin, 26 Oktober 2020. Lotim diharapkan dapat mengirim 500 tenaga perawat kesehatan ke Jepang.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Negara Jepang membutuhkan sedikitnya lima ratus orang tenaga perawat asal Indonesia setiap tahunnya. Sayangnya kuota itu masih belum bisa dipenuhi. Padahal prospek perawat di Jepang sangat baik. Salah satu kendala pengiriman tenaga perawat ke Jepang adalah kendala bahasa. Maka dari itu, Pemkab Lotim siap mengirim ratusan perawat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Kaitan dengan itu, Senin, 26 Oktober 2020 Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy.,MM menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu yayasan yang menyediakan kursus Bahasa Jepang dengan peluang studi sambil bekerja dan penempatan/ kontrak kerja sebagai perawat di Jepang. Pemerintah Kabupaten Lotim dalam perjanjian tersebut pada posisi menyediakan lulusan Sekolah Tinggi Perawat atau Sekolah Menengah Kesehatan.

Iklan

Bupati pada kesempatan tersebut menyampaikan, Pemda Lotim akan mendukung dan siap memfasilitasi terlaksananya pelatihan tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas dan profesionalitas tenaga perawat. Apalagi penguasaan bahasa Jepang sangat dibutuhkan mengingat masyarakat Jepang masih minim menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris.

Pimpinan yayasan Amanat Negeri Sakura (ANS), H. Hidayat Hanawa, menyatakan pihaknya menargetkan minimal dua ratus orang untuk dapat dididik mengikuti pelatihan bahasa Jepang level dasar di dalam negeri untuk dilanjutkan hingga level selanjutnya di Jepang.

Pengiriman para siswa tersebut akan dilakukan dua kali dalam setahun untuk memperdalam bahasa Jepang sembari melakukan praktik kerja. Diharapkan langkah ini dapat membuka peluang kerja lebih besar sebagai tenaga perawat profesional yang dari segi skill memang sangat dibutuhkan di negara tersebut (Jepang,red). (yon)